Kebbi Raih Komitmen Investasi Rp64 Triliun, Siap Bangun Pembangkit Listrik Regional
Baca dalam 60 detik
- Badan Promosi Investasi Kebbi mengamankan komitmen investasi asing senilai US$4,1 miliar dari berbagai sektor, menandai lonjakan kepercayaan investor terhadap negara bagian Nigeria tersebut.
- Pemerintah Kebbi bersama enam negara bagian lain di barat laut Nigeria berencana membangun pembangkit listrik bersama untuk mengurangi risiko dan berbagi beban pasokan energi.
- Investasi akan dialokasikan ke pertambangan, energi terbarukan, manufaktur, agribisnis, dan perakitan kendaraan listrik, memperkuat posisi Kebbi sebagai gerbang pasar Afrika Barat.

Badan Promosi Investasi Kebbi (KIPA) berhasil mengantongi komitmen investasi asing senilai US$4,1 miliar atau setara Rp64 triliun (kurs Rp15.600) di berbagai sektor. Direktur Jenderal KIPA, Dr Muhammad Kabir, mengumumkan pencapaian ini dalam konferensi pers di Birnin Kebbi, Selasa (18/3). Angka tersebut menjadi bukti nyata transformasi Kebbi menjadi destinasi investasi yang kompetitif dan transparan di kawasan Afrika Barat.
Kabir menjelaskan bahwa dana segar tersebut terkumpul melalui penyelenggaraan Kebbi Investors Forum (KIF) 2026 yang pertama. Forum itu berhasil menarik perhatian global dan menghasilkan komitmen di sektor pertambangan, energi terbarukan (termasuk tenaga surya dan mobilitas kendaraan listrik), manufaktur, agribisnis dan agroindustri, serta infrastruktur transportasi dan logistik. βIni menunjukkan arah yang jelas untuk membangun ekonomi yang didorong oleh reformasi, kemitraan, dan inovasi,β ujarnya.
Selain investasi langsung, KIPA juga menjalin kemitraan strategis dengan lembaga nasional seperti Nigerian Investment Promotion Commission (NIPC), Bank of Industry (BOI), Afreximbank, dan Small and Medium Enterprises Development Agency of Nigeria (SMEDAN). Langkah ini bertujuan menyelaraskan kebijakan investasi negara bagian dengan kerangka nasional dan regional. Kabir menambahkan bahwa agensinya telah berhasil menghubungkan investor domestik dan asing, mendorong terbentuknya joint venture serta praktik investasi lintas batas yang lebih baik.
Dalam kerangka kerja sama regional, Kabir mengungkapkan bahwa badan promosi investasi dari tujuh negara bagian di barat laut Nigeria tengah merencanakan pembangunan pembangkit listrik bersama. Proyek ini diharapkan dapat mengurangi risiko dan berbagi beban pasokan energi antarwilayah. βKami telah mendaftarkan entitas ini di Corporate Affairs Commission (CAC) dan kantornya berada di Kantor Forum Gubernur Nigeria. Kami optimistis cetak biru proyek akan dirilis sebelum akhir tahun ini,β kata Kabir.
Langkah ini menjadi krusial mengingat Nigeria masih bergulat dengan krisis listrik yang menghambat pertumbuhan industri. Dengan pembangkit bersama, tujuh negara bagian barat laut dapat meningkatkan keandalan pasokan dan menarik lebih banyak investor yang membutuhkan energi stabil. Kabir juga menyebutkan bahwa salah satu perusahaan akan segera memulai perakitan kendaraan listrik dan sepeda motor di Kebbi, menandai masuknya teknologi ramah lingkungan ke kawasan tersebut.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Nasir Idris, Kebbi terus memposisikan diri sebagai destinasi ramah investor dan gerbang menuju pasar Afrika Barat. Reformasi yang dilakukan KIPA mencakup penguatan tata kelola kelembagaan, perbaikan sistem promosi dan fasilitasi investasi, serta peningkatan kesiapan proyek agar lebih bankable. Sejak didirikan pada 2023, KIPA telah memperdalam partisipasi sektor swasta, mempermudah proses bisnis, dan meningkatkan layanan investor. Pertanyaannya kini: mampukah Kebbi mempertahankan momentum ini dan merealisasikan seluruh komitmen investasi menjadi proyek nyata yang berdampak bagi masyarakat?



