EA Matikan Server Grid Legends di PlayStation dan Xbox: Petualangan Online Berakhir September 2026
Baca dalam 60 detik
- Electronic Arts menghentikan layanan daring Grid Legends di PlayStation dan Xbox pada 11 September 2026, menyusul keputusan serupa untuk game Codemasters lain tahun ini.
- Versi PC dan Switch 2 tidak terdampak, namun pemain konsol kehilangan akses ke mode multipemain; mode pemain tunggal tetap bisa dimainkan.
- Keputusan ini menimbulkan kekhawatiran tentang umur simpan game yang bergantung pada server, terutama bagi gamer Indonesia yang masih aktif memainkan judul lawas.

Electronic Arts (EA) kembali mengambil langkah kontroversial dengan mematikan server game balap besutan Codemasters, Grid Legends, untuk platform PlayStation dan Xbox. Mulai 11 September 2026, para pemain di konsol tersebut tidak lagi bisa menikmati mode daring, meski versi PC dan Switch 2 masih tetap berjalan. Keputusan ini menambah daftar panjang game yang kehilangan dukungan server hanya beberapa tahun setelah dirilis.
Grid Legends pertama kali meluncur pada Februari 2022 dan mendapat sambutan hangat berkat mode cerita yang sinematik serta opsi kustomisasi balapan yang luas. Namun, hanya empat tahun setelah rilis, EA memutuskan untuk mengakhiri layanan daring di dua platform utama. Langkah ini bukan yang pertama: sebelumnya, EA juga menutup server untuk game Codemasters lain seperti DiRT Rally 2.0 dan F1 2020, menimbulkan tanda tanya besar soal komitmen perusahaan terhadap game-game balap yang sudah tidak lagi menjadi prioritas.
Bagi gamer Indonesia, kabar ini mungkin terasa pahit. Meski penetrasi konsol di Tanah Air tidak sebesar PC atau mobile, komunitas balap di PlayStation dan Xbox masih cukup aktif, terutama di kota-kota besar. Banyak pemain yang mengandalkan mode multipemain untuk berkompetisi atau sekadar berkumpul secara virtual. Dengan penutupan server ini, mereka kehilangan akses ke fitur-fitur sosial yang menjadi daya tarik utama Grid Legends. Sementara itu, versi PC dan Switch 2 tetap bertahan, menunjukkan bahwa EA mungkin masih melihat potensi pasar di platform tersebut, atau sekadar menunda keputusan serupa.
Menurut analis industri game, langkah EA ini mencerminkan tren yang lebih luas di mana penerbit besar lebih memilih untuk memfokuskan sumber daya pada game-game baru yang lebih menguntungkan, ketimbang memelihara server untuk judul lama. โIni adalah kalkulasi bisnis yang kejam tapi realistis,โ ujar seorang pengamat yang enggan disebut namanya. โGame balap memiliki siklus hidup yang pendek, dan setelah penjualan menurun, biaya server seringkali tidak sebanding dengan pendapatan dari mikrotransaksi.โ Namun, kritik muncul karena EA tidak memberikan kompensasi atau opsi migrasi bagi pemain konsol yang telah menginvestasikan waktu dan uang di Grid Legends.
Ke depan, para pemain yang masih ingin menikmati Grid Legends secara daring di konsol harus bersiap-siap. Setelah 11 September 2026, hanya mode pemain tunggal yang tersisa, termasuk kampanye cerita dan balapan cepat melawan AI. Bagi yang ingin tetap bermain online, beralih ke versi PC atau Switch 2 bisa menjadi pilihan, meski harus membeli game lagi jika belum memilikinya. Pertanyaan besarnya: apakah EA akan memperpanjang โmasa hidupโ game-game lawas lainnya, atau ini hanya awal dari gelombang penutupan server yang lebih masif? Gamer Indonesia, khususnya pengguna konsol, perlu mulai mempertimbangkan kembali kebiasaan membeli game yang sangat bergantung pada koneksi internet.



