Gagal Lolos Otomatis ke Piala Dunia, Republik Irlandia Bersiap ke Jalur Play-off
Baca dalam 60 detik
- Republik Irlandia finis ketiga di Grup A setelah menang tiga kali dan kalah tiga kali, termasuk kemenangan mengejutkan atas Belanda.
- Tim asuhan Carla Ward menjadi tim promosi pertama yang tidak langsung degradasi dan meraih tiga kemenangan di kasta tertinggi.
- Mereka akan menjalani play-off semifinal pada Oktober mendatang, dengan undian lawan pada 18 Juni.

Kekalahan tipis 0-1 dari Prancis di Stade des Alpes, Grenoble, memupus harapan Republik Irlandia untuk lolos otomatis ke Piala Dunia Wanita 2025 di Brasil. Namun, perjalanan mereka di Grup A Liga A—yang dijuluki grup neraka—menyisakan kebanggaan tersendiri sekaligus peluang untuk meraih tiket melalui babak play-off.
Sebagai unggulan terbawah yang baru promosi dari Liga B berkat gol dramatis ke gawang Belgia pada musim lalu, banyak pihak memprediksi Irlandia akan langsung terdegradasi. Faktanya, mereka justru menjadi tim promosi pertama yang bertahan di Liga A dan mengumpulkan tiga kemenangan—termasuk kemenangan sensasional 2-1 atas Belanda di Cork pada Jumat lalu. Dua kemenangan lainnya diraih atas Polandia, yang juga mereka kalahkan dua kali.
Manajer Carla Ward mengakui ada rasa sakit karena gagal lolos langsung, namun ia menekankan betapa jauh perkembangan timnya. "Kami kecewa karena kalah dari salah satu tim terbaik dunia, dan itu sudah menggambarkan segalanya," ujarnya kepada RTE. "Skuad ini istimewa, mereka bekerja sangat keras. Fakta bahwa kami kecewa setelah melawan Prancis menunjukkan seberapa jauh kami telah melangkah."
Dalam laga penentu di Grenoble, Irlandia tampil kurang meyakinkan di babak pertama dan kebobolan gol Melvine Malard. Namun, mereka bangkit di babak kedua dan nyaris menyamakan kedudukan. Peluang emas datang setelah Thiniba Samoura diganjar kartu merah karena menjatuhkan Emily Murphy yang tinggal berhadapan dengan kiper. Sayang, Abbie Larkin gagal memanfaatkan peluang itu. Ward menilai timnya terus berkembang sepanjang kampanye dan kini berada di posisi yang baik menjelang play-off Oktober.
Bagi Indonesia, perjuangan Republik Irlandia menjadi contoh bagaimana tim non-unggulan bisa bersaing di level tertinggi. Dengan sistem play-off yang semakin ketat—kini harus melewati semifinal dan final—Irlandia membuktikan bahwa konsistensi dan mentalitas bisa mengimbangi kekuatan tradisional. Jika berhasil lolos, mereka akan menjadi tim kedua dari Asia Tenggara (setelah Australia) yang tampil di Piala Dunia Wanita, meski secara geografis Irlandia berada di Eropa. Namun, pelajaran tentang manajemen turnamen dan pengembangan skuad jangka panjang relevan bagi pengembangan sepak bola wanita di Indonesia.
Ward menegaskan target utama tetap Piala Dunia. "Kami ingin mencapai Piala Dunia, itu tujuan kami. Jalurnya berbeda, tapi kami kecewa kalah dari salah satu yang terbaik di dunia malam ini, dan itu sudah berbicara banyak," katanya. "Piala Dunia membutuhkan grup ini, percayalah." Dengan semangat yang menyala, Republik Irlandia siap menempuh rute play-off yang lebih berat, namun bukan tidak mungkin mereka akan kembali mengejutkan dunia.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8219771/original/041348600_1781079539-AA-3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437530/original/093946200_1765256005-1000100176.jpg)