Donny Warmerdam Pamit dari PSIM: Debut Kontra Bali United Jadi Kenangan Terindah
Baca dalam 60 detik
- Gelandang jebolan Ajax Amsterdam, Donny Warmerdam, resmi meninggalkan PSIM Yogyakarta setelah semusim berseragam Laskar Mataram dan kembali ke Belanda untuk bergabung dengan De Graafschap.
- Cedera pergelangan kaki membuatnya absen lima bulan, namun ia tetap mencatatkan akurasi umpan 91,4% dan kontribusi defensif solid dalam 11 pertandingan.
- Warmerdam menyebut atmosfer saat debut melawan Bali United dan laga tandang melawan Persib sebagai momen paling berkesan selama di Indonesia.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437530/original/093946200_1765256005-1000100176.jpg)
Donny Warmerdam secara resmi mengakhiri petualangannya bersama PSIM Yogyakarta setelah hanya satu musim membela tim berjuluk Laskar Mataram. Gelandang berusia 24 tahun itu memilih melanjutkan karier di Eropa bersama klub kasta kedua Liga Belanda, De Graafschap, meninggalkan kenangan manis di BRI Super League.
Pemain kelahiran Sassenheim, Belanda, itu bergabung dengan PSIM pada Agustus 2025. Namun, cedera pergelangan kaki yang dideritanya membuat ia harus menepi selama lima bulan. Warmerdam baru menjalani debut pada pekan ke-22 musim 2025/2026, tepatnya saat PSIM menjamu Bali United di Stadion Sultan Agung, Bantul, 23 Februari 2026. Ia masuk menggantikan Yusaku Yamadera pada menit ke-75.
Meski hanya tampil dalam 11 pertandingan dengan total 713 menit bermain, Warmerdam meninggalkan jejak statistik yang impresif. Ia mencatatkan 361 umpan sukses dari 395 percobaan (akurasi 91,4%), serta berkontribusi dalam aspek bertahan dengan 15 tekel, 13 intersepsi, dan satu sapuan. Dalam membantu serangan, ia melepaskan empat tembakan, dua di antaranya mengarah ke gawang lawan.
Warmerdam mengaku dua laga yang paling membekas adalah debut melawan Bali United dan pertandingan tandang melawan Persib Bandung. "Penampilan perdanaku itu paling berkesan, laga comeback melawan Bali. Saat itulah pertama kalinya aku merasakan atmosfer di stadion. Laga tandang melawan Persib juga sangat seru," ujarnya dalam pernyataan perpisahan, Jumat (12/6/2026).
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada suporter PSIM yang setia mendukungnya. "Semusim di PSIM saya benar-benar menikmati waktuku di sana. Seandainya saja saya bisa bermain lebih banyak karena dukungan dari para penggemar sungguh luar biasa. Semoga PSIM sukses di masa depan dan semoga kita bisa bertemu lagi," katanya.
General Manager PSIM, Steven Sunny, mengapresiasi perjuangan Warmerdam yang mampu bangkit dari cedera panjang. "Musim ini tidak mudah baginya karena harus melewati masa pemulihan cedera cukup panjang. Namun, ketika kondisinya membaik dan kesempatan datang dia menunjukkan kualitas dengan beradaptasi cepat serta memberikan kontribusi positif bagi tim," ungkap Steven. Ia menambahkan, "Kami berterima kasih atas dedikasinya dan mendoakan yang terbaik untuk perjalanan kariernya di Belanda. Donny masih muda, masa depannya masih sangat panjang."
Kepergian Warmerdam menjadi catatan tersendiri bagi PSIM yang tengah membangun skuad kompetitif. Dengan pengalamannya di akademi Ajax Amsterdam, ia diharapkan bisa menjadi jembatan bagi pemain muda Indonesia untuk menimba ilmu di Eropa. Pertanyaannya, akankah PSIM mampu mempertahankan kualitas lini tengahnya setelah kehilangan gelandang dengan visi bermain seperti Warmerdam?



