Ujian Afrika Perdana Herdman: Timnas Indonesia Vs Mozambik Jadi Tolok Ukur
Baca dalam 60 detik
- John Herdman baru sekali menghadapi tim Afrika saat menangani Kanada, yakni kalah dari Maroko di Piala Dunia 2022.
- Laga kontra Mozambik pada FIFA Matchday 9 Juni 2026 menjadi kesempatan kedua bagi Herdman menguji strategi melawan wakil Afrika.
- Pertandingan ini dinilai strategis untuk memperkaya pengalaman Herdman dan pemain diaspora Indonesia menghadapi gaya bermain Afrika.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7903638/original/073021500_1780733997-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026_34.jpg)
John Herdman akan menghadapi tantangan baru saat Timnas Indonesia bersua Mozambik dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (9/6/2026) malam. Bagi pelatih asal Inggris berusia 50 tahun itu, ini baru pertemuan kedua dengan tim dari Benua Afrika sepanjang karier kepelatihannya di level internasional.
Sejak menangani Timnas Kanada pada 2018, Herdman lebih banyak berhadapan dengan negara-negara CONCACAF di ajang Gold Cup dan Kualifikasi Piala Dunia 2022. Dari 58 laga internasional bersama Kanada, hanya satu yang melawan tim Afrika, yaitu saat dikalahkan Maroko 1-2 di fase grup Piala Dunia 2022 Qatar pada 1 Desember 2022. Sisanya, ia hanya sesekali berjumpa wakil CONMEBOL, UEFA, atau AFC.
Kedatangan Herdman ke Indonesia pada awal 2026 membawa misi membangun skuad Garuda yang kompetitif. Namun, minimnya pengalaman menghadapi tim Afrika menjadi catatan tersendiri. Pengamat sepak bola nasional, Toni Ho, menilai laga kontra Mozambik sangat strategis. "Melatih Timnas Indonesia jadi tantangan baru bagi John Herdman. Jika di Timnas Kanada, dia hanya berkutat melawan tim-tim CONCACAF, kini dia bisa merasakan kekuatan negara-negara Asia," ujarnya. "John Herdman juga membutuhkan banyak pengalaman menghadapi tim-tim Afrika agar khasanahnya makin lengkap."
Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi pemain diaspora Indonesia yang mayoritas belum pernah bertemu lawan dari Afrika. "Saya menilai banyak keuntungan bagi John Herdman dan Timnas Indonesia menghadapi Mozambik. Tim-tim Afrika punya pemain bertalenta alami dengan skill individu mumpuni," tambah Toni Ho. "Saya kira mayoritas penggawa diaspora Timnas Indonesia juga masih minim bertanding melawan negara Afrika. Pemain pun bisa mengukur kualitasnya lawan Mozambik nanti."
Mozambik sendiri datang ke Jakarta setelah digasak Oman 1-4 di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Minggu (7/6/2026). Hasil itu menjadi modal berharga bagi staf pelatih Indonesia untuk menganalisis kelemahan lawan. Sebaliknya, Indonesia dalam kepercayaan diri tinggi usai menekuk Oman 3-0 beberapa hari sebelumnya. Perbedaan peringkat FIFA yang hanya 17 tingkat (Mozambik 101, Indonesia 118) membuat laga ini diprediksi berjalan ketat.
Bagi Herdman, laga ini bukan sekadar uji coba, melainkan bagian dari proses panjang membangun identitas Timnas Indonesia. Jika mampu mengatasi Mozambik, ia akan membuktikan bahwa dirinya bisa beradaptasi dengan berbagai gaya permainan, termasuk dari Afrika. Pertanyaannya, mampukah skuad Garuda memanfaatkan momentum ini untuk menambah jam terbang dan memperbaiki peringkat FIFA?



