Tanpa Jay Idzes dan Thom Haye, Garuda Tetap Perkasa: Bukti Nyata Kedalaman Skuad Herdman
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia menyapu bersih dua laga uji coba FIFA Matchday Juni 2026 dengan kemenangan atas Oman (3-0) dan Mozambik (1-0).
- Absennya pilar utama seperti Jay Idzes dan Thom Haye tidak menghalangi pelatih John Herdman meracik komposisi pemain pengganti yang solid di semua lini.
- Keberhasilan ini menegaskan bahwa kedalaman skuad Garuda kini menjadi modal berharga menjelajah kompetisi internasional yang lebih bergengsi.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4702172/original/068833600_1703900732-img-20231229-wa0053-_x600.jpg)
Timnas Indonesia berhasil menuntaskan dua agenda FIFA Matchday Juni 2026 dengan raihan sempurna, mengalahkan Oman 3-0 dan Mozambik 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Di balik hasil manis tersebut, fakta yang lebih menarik adalah ketiadaan dua pemain langganan, Jay Idzes dan Thom Haye, sama sekali tidak menggerus performa tim polesan John Herdman.
Kemenangan 3-0 atas Oman pada Jumat (5/6/2026) dan kemenangan tipis 1-0 atas Mozambik pada Selasa (9/6/2026) menunjukkan bahwa Garuda kini memiliki opsi pengganti yang mumpuni. Tanpa Idzes di lini belakang, Herdman merotasi trio bek tengah dengan kombinasi Rizky Ridho, Elkan Baggott, dan Justin Hubner pada laga pertama, lalu mengganti Hubner dengan Kevin Diks pada pertandingan kedua. Hasilnya, gawang Indonesia tetap perawan dari kebobolan di kedua laga.
Di sektor tengah, ketiadaan Thom Haye yang dikenal sebagai pengatur serangan tidak membuat permainan Indonesia kehilangan ritme. Duet Joey Pelupessy dan Ivar Jenner mampu mengisi peran box-to-box dengan disiplin, mengalirkan bola, dan memutus serangan lawan. Herdman juga mulai memanfaatkan fleksibilitas Calvin Verdonk yang bisa bermain di berbagai posisi tengah.
Strategi ofensif Herdman juga menunjukkan variasi. Alih-alih bergantung pada satu figur, ia memaksimalkan peran sayap seperti Nathan Tjoe-A-On di kiri dan Dony Tri Pamungkas di kanan untuk menusuk lewat umpan silang dan terobosan. Tiga penyerang dinamisโtermasuk Ole Romeny yang mencetak gol di kedua lagaโmenjadi ujung tombak yang merepotkan pertahanan lawan.
Bagi pengamat sepak bola nasional, pencapaian ini menjadi sinyal bahwa program pembinaan Herdman mulai membuahkan hasil. Kedalaman skuad yang sebelumnya dipertanyakan kini terjawab: saat pemain inti absen, pengganti yang tampil tidak menunjukkan penurunan kualitas signifikan. Ini menjadi modal penting menjelang kualifikasi Piala Dunia 2026 dan turnamen regional.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah konsistensi ini bisa dipertahankan saat menghadapi lawan-lawan dengan peringkat FIFA yang lebih tinggi? Ujian sesungguhnya masih menanti, namun dua kemenangan tanpa kebobolan ini setidaknya membuktikan bahwa Garuda tidak lagi bergantung pada satu atau dua nama.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259031/original/069160000_1781436049-1000121520.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7903622/original/092612300_1780733824-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026_57.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5140626/original/044911100_1740225865-Persita_Tangerang_vs_Borneo_FC-32.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4909196/original/091860900_1722788402-Borneo_FC_-_Ilustrasi_Logo_Borneo_FC_2024_copy.jpg)