Everton Nego Harga Tyrique George, Chelsea Buka Peluang Diskon
Baca dalam 60 detik
- Everton tengah bernegosiasi dengan Chelsea untuk merekrut Tyrique George secara permanen dengan harga lebih murah dari klausul Β£22 juta.
- Klub asal Liverpool itu ingin menghemat dana transfer agar bisa membeli pemain di beberapa posisi lain musim panas ini.
- Kesepakatan tergantung pada kesediaan Chelsea menurunkan harga, sementara Everton optimistis potensi George masih besar.

Everton kembali membuka komunikasi dengan Chelsea untuk memboyong Tyrique George ke Goodison Park secara permanen, namun dengan syarat harga yang lebih rendah dari kesepakatan awal. Klub asal Merseyside itu tengah berupaya memangkas biaya transfer pemain sayap berusia 20 tahun tersebut demi menjaga fleksibilitas anggaran di bursa musim panas ini.
Menurut laporan TEAMtalk yang dikutip oleh jurnalis transfer Graeme Bailey, negosiasi antara kedua klub masih berlangsung. Everton ingin memanfaatkan opsi pembelian yang sempat disepakati saat George dipinjamkan pada Januari lalu, tetapi nilai klausul yang mencapai Β£22 juta dinilai terlalu tinggi. Manajemen The Toffees pun mencari cara agar biaya transfer bisa ditekan, baik melalui pembayaran bertahap maupun pengurangan nominal pokok.
Langkah ini sejalan dengan strategi David Moyes yang ingin memperkuat beberapa lini sekaligus. Alih-alih menghabiskan dana besar untuk satu pemain, pelatih asal Skotlandia itu lebih memilih mendatangkan beberapa rekrutan dengan nilai yang lebih efisien. Dengan menghemat pengeluaran untuk George, Everton berharap masih memiliki ruang gerak untuk merekrut gelandang atau bek tambahan sebelum jendela transfer ditutup.
Tyrique George sendiri meninggalkan kesan positif selama masa peminjamannya. Meski tidak selalu menjadi starter, kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan etos kerjanya membuat staf pelatih Everton yakin bahwa ia layak diinvestasikan untuk jangka panjang. Moyes disebut-sebut mengapresiasi sikap profesional pemain muda tersebut, yang dinilai cocok dengan budaya tim yang tengah dibangunnya.
Di sisi lain, Chelsea belum memberikan sinyal apakah bersedia menurunkan harga. The Blues dikenal cukup keras dalam negosiasi transfer pemain akademi mereka. Namun, dengan banyaknya pemain muda yang bersaing di skuad utama Stamford Bridge, menjual George dengan harga sedikit di bawah klausul bisa menjadi opsi yang masuk akal, terutama jika Everton menawarkan skema pembayaran yang menguntungkan.
Jika kesepakatan ini terwujud, Everton tidak hanya mendapatkan pemain sayap yang sudah mengenal sistem permainan Moyes, tetapi juga mengamankan aset yang nilainya berpotensi naik. Di usianya yang masih 20 tahun, George memiliki waktu panjang untuk berkembang menjadi pemain andalan. Langkah ini juga menunjukkan pergeseran strategi Everton dari sekadar bertahan di Premier League menuju pembangunan skuad yang lebih berkelanjutan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Premier League mulai lebih cermat dalam belanja pemain. Everton, yang sebelumnya kerap menghabiskan dana besar untuk rekrutan yang kurang produktif, kini beralih ke pendekatan yang lebih hemat dan terukur. Apakah Chelsea akan menyetujui permintaan diskon Everton? Atau justru The Toffees harus mencari alternatif lain? Jawabannya akan menentukan sejauh mana Moyes bisa merombak timnya musim depan.



