Fabio Lefundes Tinggalkan Borneo FC: Alasan Personal di Balik Perpisahan Setelah Nyaris Juara
Baca dalam 60 detik
- Pelatih asal Brasil, Fabio Lefundes, resmi berpisah dengan Borneo FC setelah hanya satu musim menukangi tim Pesut Etam.
- Kepergian Lefundes didasari alasan pribadi, meski ia sukses membawa Borneo FC menjadi runner-up BRI Super League 2025/2026.
- Rumor mengaitkan Lefundes dengan Malut United, namun belum ada kepastian mengenai langkah karier selanjutnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460744/original/090622000_1767280272-fabio_lefundes.jpg)
Borneo FC Samarinda harus kehilangan arsitek sukses mereka. Fabio Lefundes, pelatih kepala yang nyaris mengantarkan tim berjuluk Pesut Etam itu menjadi juara BRI Super League musim lalu, resmi mengakhiri kerja sama dengan klub. Keputusan ini diumumkan melalui akun Instagram resmi klub pada Minggu (7/6/2026) malam WIB, dengan alasan personal dari pihak pelatih.
Kepergian Lefundes tentu menjadi pukulan bagi Borneo FC yang tengah membangun fondasi tim pasca-pencapaian gemilang. Dalam satu musim penuh, pelatih asal Brasil itu berhasil membawa Borneo FC bersaing di papan atas dan hanya kalah head-to-head dari Persib Bandung di perebutan gelar juara. Catatan 25 kemenangan, empat hasil imbang, dan lima kekalahan dari 34 pertandingan menjadi bukti nyata kontribusinya.
Manajemen Borneo FC menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi Lefundes. "Kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan capaian yang telah diraih bersama. Keputusan ini diambil atas dasar alasan pribadi dari coach Fabio, dan kami menghormatinya," tulis pernyataan resmi klub. Sementara itu, Lefundes melalui akun Instagram pribadinya mengucapkan terima kasih dan mendoakan yang terbaik untuk masa depan klub.
Kabar ini memunculkan spekulasi mengenai masa depan Lefundes. Meski belum ada pengumuman resmi, rumor beredar bahwa mantan pelatih Persita Tangerang dan Madura United itu dikaitkan dengan Malut United. Jika benar, langkah ini bisa menjadi tantangan baru bagi pelatih berusia 45 tahun tersebut untuk membangun tim dari awal di klub promosi.
Bagi Borneo FC, kehilangan Lefundes berarti harus mencari pengganti yang mampu mempertahankan performa tim. Manajemen tentu berharap pelatih baru nanti bisa melanjutkan tren positif yang sudah dibangun. Pertanyaan besarnya, akankah Borneo FC mampu mempertahankan daya saing di musim depan tanpa sosok Lefundes? Atau justru ini menjadi awal dari periode transisi yang berat?



