Juventus Kantongi €3 Juta dari Pinjaman Openda ke Lyon
Baca dalam 60 detik
- Lois Openda akan meninggalkan Juventus setelah satu musim untuk bergabung dengan Lyon secara pinjaman, dengan biaya €3 juta.
- Lyon menanggung penuh gaji pemain, menghilangkan beban finansial Juventus yang sempat dikhawatirkan harus ikut membayar upah.
- Kesepakatan ini menjadi contoh strategi Juventus dalam merampingkan skuad dan menghasilkan pendapatan dari pemain yang tidak masuk rencana jangka panjang.

Juventus dipastikan meraup kompensasi sekitar €3 juta dari kepindahan Lois Openda ke Olympique Lyonnais, sebuah kesepakatan yang menguntungkan Bianconeri baik dari sisi finansial maupun manajemen skuad. Transfer ini akan direalisasikan pada awal pekan depan, dengan Openda tetap tampil di laga persahabatan melawan Standard Liege akhir pekan ini karena Luciano Spalletti masih membutuhkan tenaganya.
Menurut laporan Fabrizio Romano dan sejumlah sumber lainnya, Openda akan meninggalkan Turin setelah hanya satu musim berseragam hitam-putih. Ia bergabung dengan Lyon yang kini ditangani mantan pelatih AC Milan, Paulo Fonseca. Kesepakatan ini berupa peminjaman langsung tanpa opsi atau kewajiban pembelian, dengan durasi satu musim penuh untuk kampanye 2026-27.
Yang menarik, Lyon bersedia membayar penuh gaji Openda selama masa pinjaman. Sebelumnya santer diberitakan bahwa Juventus mungkin harus ikut menanggung sebagian upah pemain asal Belgia tersebut agar transfer bisa terealisasi. Kondisi ini menjadi kejutan positif bagi manajemen Juventus, yang tengah berupaya menekan pengeluaran di tengah tekanan regulasi keuangan UEFA dan kebutuhan merampingkan skuad.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Openda ke Ligue 1 layak dicermati. Tren pemain muda yang dipinjamkan tanpa opsi beli semakin marak di Eropa, termasuk di klub-klub yang berstatus besar. Hal ini membuka peluang bagi pemain untuk membuktikan diri di klub baru, sekaligus menjadi sinyal bahwa klub asal belum sepenuhnya melepas — meski Juventus dalam kasus ini tampaknya lebih fokus pada keuntungan jangka pendek ketimbang mengembalikan Openda ke performa terbaiknya.
Dari sudut pandang bisnis, Juventus berhasil mendapatkan pemasukan segar tanpa harus kehilangan kepemilikan penuh atas Openda. Namun, jika pemain berusia 25 tahun itu tampil gemilang di Lyon, Juventus bisa kehilangan potensi keuntungan lebih besar di masa depan. Situasi ini mencerminkan dilema klasik klub Eropa: menyeimbangkan kebutuhan likuiditas saat ini dengan potensi cuan kenaikan harga jual pemain. Dengan masih adanya satu tahun tersisa dalam kontrak Openda, Juventus mungkin akan kembali menjajaki opsi transfer permanen musim panas mendatang — atau, jika Lyon tertarik, negosiasi baru bisa terbuka.
Kepastian transfer ini juga mengakhiri spekulasi soal masa depan Openda yang sempat dikaitkan dengan beberapa klub lain. Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Paulo Fonseca akan memanfaatkan jasa striker yang sempat menjadi andalan RB Leipzig sebelum pindah ke Juventus. Pertanyaan besarnya: akankah Lyon menjadi titik balik karier Openda, atau justru menjadi batu loncatan menuju klub yang lebih besar? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa bulan ke depan.



