Gempa 7,8 SR Guncang Filipina Selatan, Tsunami Setinggi 1 Meter Terpantau
Baca dalam 60 detik
- Gempa berkekuatan 7,8 SR di Laut Sulawesi memicu tsunami setinggi 1 meter di pesisir selatan Filipina, tanpa laporan korban jiwa.
- Presiden Marcos Jr. imbau warga mengungsi ke tempat tinggi, sementara Indonesia dan Malaysia keluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir.
- Aktivitas seismik ini mengingatkan pada risiko gempa dan tsunami di kawasan Ring of Fire yang juga mencakup Indonesia.

Gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,8 skala Richter yang berpusat di laut mengguncang kawasan selatan Filipina, Senin (8/6) pagi, memicu gelombang tsunami setinggi satu meter di sejumlah pesisir dan merusak bangunan di Kota General Santos, pusat komersial dan pengolahan tuna berpenduduk lebih dari 700.000 jiwa.
Presiden Ferdinand Marcos Jr. langsung memerintahkan evakuasi warga ke tempat yang lebih tinggi di daerah rawan tsunami. Peringatan serupa juga dikeluarkan oleh otoritas Indonesia dan Malaysia untuk wilayah pesisir terdekat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa, meskipun satu bangunan bertingkat empat dilaporkan ambrol sebagian dan puingnya menimpa becak bermotor yang terparkir.
Menurut Philippine Institute of Volcanology and Seismology (PHIVOLCS), gempa terjadi pada pukul 07.37 waktu setempat, berpusat 13 kilometer barat daya General Santos di kedalaman 10 kilometer. Pemicunya adalah pergerakan di Palung Cotabato. Direktur PHIVOLCS Teresito Bacolcol menyatakan bahwa gempa ini merupakan yang terkuat di Filipina sepanjang tahun ini, dan kerusakan diperkirakan meluas berdasarkan video yang beredar.
Peringatan tsunami dari Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) menyebutkan gelombang setinggi 3 meter mungkin terjadi di beberapa pantai Filipina, sementara di Indonesia dan Malaysia gelombang maksimal 1 meter. Badan Meteorologi Malaysia mengeluarkan peringatan untuk negara bagian Sabah di Pulau Kalimantan, yang hanya terpisah selat sempit dari Filipina selatan. Di Indonesia, tsunami setinggi 83 sentimeter terukur di lepas pantai Sulawesi, dan peringatan tetap berlaku untuk wilayah pesisir timur.
Bagi Indonesia, gempa dan tsunami di Filipina selatan menjadi pengingat akan kerentanan serupa di sepanjang Cincin Api Pasifik. Wilayah timur Indonesia, seperti Sulawesi dan Maluku, berada dalam jalur seismik yang sama. Tsunami dahsyat yang melanda Palu pada 2018 menjadi bukti betapa cepatnya gelombang dapat mencapai daratan. Otoritas Indonesia telah mengaktifkan sistem peringatan dini dan memantau perkembangan di perairan Sulawesi serta Maluku Utara.
Marcos, dalam pernyataan resmi, menegaskan bahwa pemerintah pusat telah mengerahkan badan penanggulangan bencana dan tidak akan meninggalkan Mindanao. "Dengarkan peringatan tsunami. Segera naik ke tempat yang lebih tinggi. Jangan menunggu. Nyawa Anda lebih berharga dari apa pun yang ditinggalkan," ujarnya. Sementara itu, gempa susulan berkekuatan hingga 6,5 SR terus terjadi, menurut catatan United States Geological Survey (USGS).
Filipina, yang terletak di Cincin Api Pasifik, memang langganan gempa bumi dan letusan gunung berapi. Negara ini juga dilanda sekitar 20 topan setiap tahun. Namun, gempa pagi ini menjadi ujian bagi kesiapsiagaan bencana di kawasan tersebut. Pertanyaan besarnya: seberapa cepat respons dan evakuasi dapat menyelamatkan jiwa jika gelombang yang lebih besar terjadi?



