Baldini Tutup Pintu Jadi Pelatih Tetap Italia: 'Saya Hanya Ingin Berguna'
Baca dalam 60 detik
- Silvio Baldini, pelatih interim Italia, menolak spekulasi soal masa depannya setelah memimpin dua kemenangan dengan skuad penuh debutan.
- FIGC akan memilih presiden baru pada 22 Juni 2026, baru setelah itu keputusan pelatih tetap diumumkan.
- Baldini menekankan pentingnya transisi pemain muda ke tim senior, yang dinilai mulai lancar setelah penampilan apik di laga uji coba.

Silvio Baldini enggan membahas kemungkinan dirinya diangkat sebagai pelatih tetap Timnas Italia. Pria yang kini menjabat sebagai caretaker tersebut menegaskan bahwa fokusnya hanya pada tugas yang diemban saat ini, bukan pada ambisi pribadi. "Itu tidak penting bagi saya. Saya hanya ingin berguna," ujarnya usai memimpin Gli Azzurri meraih kemenangan kedua dalam dua laga uji coba.
Baldini sukses membawa Italia mengalahkan Luksemburg dan Yunani dengan skor identik 1-0. Dua gol kemenangan dicetak oleh pemain muda Inter Milan, Francesco Pio Esposito. Yang menarik, dari 24 pemain yang dipanggil, 19 di antaranya adalah debutan. Hanya Gianluigi Donnarumma yang menjadi pemain senior murni di skuad tersebut. Langkah ini menunjukkan keberanian Baldini dalam meremajakan tim.
Pelatih berusia 56 tahun itu menegaskan bahwa pujian yang ia berikan kepada para pemain muda bukanlah basa-basi. "Saya tahu nilai para pemain ini. Ketika mereka memahami bahwa aturan adalah sumber daya, bukan hukuman, mereka telah mencapai tingkat kedewasaan yang diperlukan," jelasnya. Baldini juga mengakui peran keberuntungan dalam sepak bola, namun ia lebih menekankan pentingnya disiplin dan gaya hidup yang benar sebagai fondasi kesuksesan.
Ketika ditanya apakah ia bersedia melanjutkan peran sebagai pelatih Italia mulai September mendatang, Baldini tetap pada pendiriannya. "Tidak masalah bagi saya. Saya hanya ingin berguna. Saya bagian dari keluarga Italia," tegasnya. Ia menambahkan bahwa ia melatih laga-laga ini karena ingin para pemainnya dihargai atas pencapaian mereka bersamanya. Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi bahwa banyak penggemar dan pengamat menginginkan Baldini tetap menangani tim senior, bukan kembali ke tim U-21.
Keputusan soal pelatih tetap Italia baru akan diambil setelah Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) memilih presiden baru pada 22 Juni 2026. Hingga saat itu, Baldini akan kembali menangani tim U-21, posisi yang dipegangnya sebelum ditunjuk sebagai caretaker. Situasi ini mengingatkan pada ketidakpastian yang kerap melanda federasi sepak bola di berbagai negara, termasuk Indonesia, di mana pergantian kepemimpinan seringkali mempengaruhi stabilitas program pembinaan.
Baldini juga menyoroti keberhasilan tim U-17 Italia yang baru saja menjuarai Piala Eropa setelah mengalahkan Belgia melalui adu penalti. Menurutnya, keberhasilan itu menunjukkan bahwa fondasi sepak bola Italia sudah kuat di level junior. "Masalahnya selama ini adalah transisi dari U-21 ke tim senior. Saya percaya langkah itu kini tidak terlalu curam setelah penampilan ini," pungkasnya. Pernyataan ini relevan bagi Indonesia yang tengah gencar membangun ekosistem sepak bola usia muda, di mana jembatan antara pembinaan dan tim nasional senior kerap menjadi tantangan.
Ke depan, publik sepak bola Italia menanti apakah FIGC akan mempertahankan pendekatan regenerasi ala Baldini atau kembali ke pelatih berlabel besar. Dengan pemilihan presiden yang masih beberapa bulan lagi, masa kepelatihan Italia masih diselimuti tanda tanya. Akankah Baldini akhirnya diberi kepercayaan penuh, atau justru menjadi katalis bagi perubahan yang lebih besar?



