Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo: Turis Rusia dan Nakhoda Bertahan 4 Jam Berenang
Baca dalam 60 detik
- Kapal motor Berkah Kembar tenggelam di perairan Pulau Seraya, Labuan Bajo, pada Sabtu (6/6) sore, dengan dua orang di dalamnya.
- Seorang wisatawan asal Rusia, Akob Gurgenovich Ter-Saakian, dan nakhoda Rinaldi selamat setelah berenang selama empat jam menggunakan jeriken sebagai alat bantu.
- Tim SAR gabungan yang tiba di lokasi tidak menemukan korban; penyebab tenggelamnya kapal masih dalam penyelidikan.

Seorang wisatawan asal Rusia dan nakhoda kapal selamat setelah berenang selama empat jam di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, menyusul tenggelamnya kapal yang mereka tumpangi pada Sabtu (6/6) sore. Insiden ini menyoroti risiko keselamatan pelayaran di kawasan wisata yang tengah naik daun tersebut.
Kapal motor bernama Berkah Kembar itu berangkat dari Ketentang, Labuan Bajo, menuju Pulau Seraya Kecil. Namun, di perairan Pulau Seraya, kapal mengalami kecelakaan dan tenggelam. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan belum diketahui. Kapal tersebut diketahui mengangkut seorang warga negara Rusia, Akob Gurgenovich Ter-Saakian, dan nakhoda kapal, Rinaldi. Keduanya berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke daratan.
Menurut Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Kasatpolairud) Polres Manggarai Barat, Iptu Leonardo Marpaung, kedua korban selamat dan telah kembali ke Labuan Bajo. "Keduanya berenang sendiri masing-masing dalam keadaan selamat. Ternyata mereka berdua jago berenangnya," ujarnya, Minggu (7/6). Koordinator Pos SAR Labuan Bajo, Arif Rahmadan, menambahkan bahwa mereka berenang sekitar empat jam dengan bantuan jeriken yang terapung. "Kondisi selamat semua," ungkapnya.
Tim SAR gabungan yang mendatangi lokasi kejadian pada Sabtu sore tidak menemukan kru kapal karena keduanya sudah tidak berada di kapal saat tim tiba. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan pelayaran, terutama di kawasan wisata seperti Labuan Bajo yang semakin populer di kalangan wisatawan mancanegara.
Bagi Indonesia, insiden ini menggarisbawahi perlunya pengawasan ketat terhadap kapal wisata dan standar keselamatan, mengingat Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi super prioritas nasional. Pemerintah daerah dan otoritas pelabuhan diharapkan segera melakukan investigasi untuk mencegah kejadian serupa, terutama menjelang musim liburan yang biasanya meningkatkan lalu lintas kapal wisata.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah regulasi keselamatan pelayaran di kawasan wisata sudah cukup ketat, dan bagaimana langkah konkret yang akan diambil untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. Sementara itu, kisah heroik Akob dan Rinaldi menjadi bukti bahwa kemampuan bertahan hidup di laut sangat krusial dalam situasi darurat.



