Talay Riley, Penulis Lagu Hits Dua Lipa hingga Khalid, Tewas Ditikam di London Timur
Baca dalam 60 detik
- Talay Riley, penulis lagu di balik sukses Khalid dan H.E.R., meninggal pada usia 35 tahun setelah ditikam di London Timur.
- Polisi telah menangkap seorang pria berusia 27 tahun yang kini dibebaskan dengan jaminan, sementara penyelidikan pembunuhan terus berlanjut.
- Kepergian Riley menyisakan duka mendalam di industri musik global, termasuk bagi penggemar di Indonesia yang akrab dengan lagu-lagunya.

Talay Riley, penulis lagu asal Inggris yang namanya terukir di deretan hits global seperti "Young Dumb & Broke" milik Khalid dan "Lights On" milik H.E.R., ditemukan tewas di taman sebuah properti di Rayleigh Road, London Timur, Jumat (5/6) pagi. Ia baru berusia 35 tahun.
Polisi yang tiba di lokasi setelah laporan penusukan di Pankhurst Avenue menemukan Riley dengan beberapa luka tusuk. Tim medis yang berusaha menyelamatkannya tak mampu berbuat banyak; ia dinyatakan meninggal di tempat. Seorang pria lain yang diduga berusia 20-an juga dilarikan ke rumah sakit dengan luka yang tidak mengancam jiwa.
Penyelidikan kini dipimpin oleh Detektif Kepala Inspektur Joanna Yorke dari Komando Kejahatan Spesialis Kepolisian Metropolitan. Tiga orang—dua pria (27 dan 24 tahun) dan seorang wanita (25 tahun)—sempat ditangkap di dekat lokasi. Namun, pria 24 tahun dan wanita itu kemudian dibebaskan tanpa tuntutan, sementara pria 27 tahun dibebaskan dengan jaminan sementara penyelidikan berlanjut.
Kepergian Riley mengejutkan industri musik. Ia dikenal sebagai salah satu penulis lagu paling produktif di Inggris, dengan karya yang melintasi genre R&B, pop, hip-hop, dan dance. Selain Khalid dan H.E.R., ia turut menulis lagu untuk The Chainsmokers ("Who Do You Love"), FLO ("Walk Like This"), dan Kehlani ("Out The Window").
Keluarga Riley, dalam pernyataan resmi, menggambarkannya sebagai "putra, saudara, paman, dan teman yang dicintai" yang membawa cinta, cahaya, dan kegembiraan. "Kami akan selalu menghargai kebaikan, semangat indah, dan bakatnya yang luar biasa. Kehadirannya menyentuh banyak kehidupan, dan kenangannya akan tetap ada di hati kami selamanya," tulis mereka.
Adiknya, Michael Orabiyi Riley yang dikenal sebagai Scribz Riley, mengunggah penghormatan emosional di Instagram. "Hatiku hancur! Ini terasa seperti mimpi buruk. Sebelum dia tidur, kami berbicara tentang masa depan, tetap positif, dan semua yang masih harus kami lakukan. Aku tidak pernah membayangkan itu akan menjadi percakapan terakhir kami," tulisnya. "Bahkan dengan semua yang telah kamu capai, ini terlalu cepat. Aku mencintaimu, kakak. Terima kasih untuk segalanya. Beristirahatlah di surga, Yinka. Sampai kita bertemu lagi."
Bagi penggemar musik di Indonesia, lagu-lagu yang ditulis Riley mungkin sudah akrab didengar tanpa disadari. "Young Dumb & Broke" menjadi anthem generasi milenial, sementara "Who Do You Love" sering diputar di radio dan platform streaming. Kepergiannya mengingatkan bahwa di balik setiap lagu hits, ada sosok kreatif yang kerap tak terlihat namun pengaruhnya terasa luas.
Polisi masih meminta bantuan publik, terutama siapa pun yang memiliki rekaman CCTV atau video dari sekitar lokasi kejadian pada Jumat pagi. Detektif Yorke menegaskan, "Ini adalah insiden tragis, dan pikiran saya tetap bersama keluarga dan orang-orang terkasih Mark. Penyelidikan kami berjalan dengan cepat."
Pertanyaan yang kini menggantung: apakah kekerasan jalanan di London akan kembali merenggut talenta muda berbakat lainnya, atau akankah penegakan hukum mampu memberikan keadilan bagi Riley dan keluarganya?



