Keamanan Super Ketat di NBA Finals: Trump Hadir, Penggemar Knicks Dilarang Bawa Tas
Baca dalam 60 detik
- Presiden AS Donald Trump dijadwalkan hadir di Game 3 NBA Finals, memicu protokol keamanan maksimal di Madison Square Garden.
- Aturan tanpa tas dan prosedur ala TSA diterapkan, sementara pesta nonton di luar arena dibatalkan demi keamanan.
- Langkah ini menimbulkan kekecewaan penggemar, namun otoritas menegaskan prioritas pada keselamatan publik.

Kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Madison Square Garden untuk menyaksikan Game 3 Final NBA memicu penerapan protokol keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya. New York Knicks, tuan rumah pertandingan, mengeluarkan imbauan tegas kepada para penggemar untuk membawa barang seminimal mungkin dan tiba setidaknya dua jam sebelum pertandingan dimulai.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu (7/6/2026), manajemen Knicks mengumumkan kebijakan larangan membawa tas secara ketat. Seluruh penonton yang masuk ke arena akan menjalani prosedur pemeriksaan ala Transportation Security Administration (TSA), badan keamanan transportasi AS. Langkah ini diambil menyusul konfirmasi kehadiran Trump yang merupakan penggemar lama Knicks. Ini menjadi pertama kalinya Final NBA digelar di New York sejak 1999.
Keputusan tersebut juga berdampak pada pembatalan pesta nonton bersama (watch party) yang biasanya digelar di luar Madison Square Garden. Kepolisian New York (NYPD) mengonfirmasi bahwa pembatalan dilakukan setelah berkoordinasi dengan Dinas Rahasia AS (Secret Service). “Tidak akan ada pesta nonton di luar Madison Square Garden untuk Game 3 saja. Ini dilakukan sepenuhnya dengan koordinasi Secret Service karena kunjungan presiden,” demikian bunyi pernyataan NYPD. Pesta nonton dijadwalkan kembali digelar pada Game 4.
Kebijakan keamanan super ketat ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, pesta nonton Game 2 yang digelar Jumat lalu berujung ricuh ketika ribuan penggemar memadati jalanan di sekitar arena. NYPD melaporkan lebih dari dua lusin orang ditangkap, termasuk seorang wanita yang diduga memukul wajah seorang polisi. Insiden itu memicu perdebatan sengit antara pihak kepolisian dan penggemar yang ingin merayakan kesuksesan Knicks.
Matt McCool, agen khusus yang memimpin kantor lapangan Secret Service di New York, menyatakan bahwa pihaknya memahami kekecewaan penggemar di tengah performa bersejarah Knicks. “Namun, tanggung jawab kami adalah memastikan tingkat keselamatan publik tertinggi. Setelah koordinasi dan penilaian yang cermat, Secret Service dan NYPD memutuskan bahwa pesta nonton di luar ruangan tidak dapat diakomodasi di sekitar Madison Square Garden karena persyaratan keamanan yang terkait dengan acara sebesar ini,” ujarnya.
Bagi penggemar yang tetap ingin menonton bersama, Knicks menyediakan dua lokasi alternatif resmi: Wollman Rink di Central Park dan Brooklyn Bowl. Kedua tempat tersebut mewajibkan pendaftaran terlebih dahulu dan sudah mencapai kapasitas penuh pada Minggu sore. Sementara itu, daftar barang yang dilarang dibawa ke arena dapat diakses melalui situs Secret Service.
Langkah pengamanan ekstra ini menjadi pengingat betapa besarnya dampak kunjungan seorang presiden terhadap acara publik berskala besar. Pertanyaan yang muncul kemudian: akankah protokol serupa diterapkan jika presiden menghadiri pertandingan lain di masa depan, atau apakah ini hanya respons terhadap situasi spesifik di New York?



