Dewa United Hadapi Kutukan Kandang: Bisakah Bangkit di Semifinal IBL?
Baca dalam 60 detik
- Dewa United kalah 79-93 dari Pelita Jaya di Game 2 semifinal IBL, memutus rentetan 12 kemenangan beruntun.
- Pelatih Agusti Julbe Bosch optimistis timnya bisa menang di dua laga kandang berikutnya, meski rekor head-to-head di Dewa United Arena kurang meyakinkan.
- Kunci kebangkitan Dewa United terletak pada perbaikan pertahanan area dalam dan akurasi tembakan yang anjlok di game kedua.

Dewa United Banten harus mengakui keunggulan Pelita Jaya Basketball pada laga kedua semifinal IBL GoPay 2026, Senin (8/6) malam, dengan skor 79-93 di PJ Arena. Kekalahan ini memutus rekor 12 kemenangan beruntun yang telah dibangun sejak 1 April lalu, sekaligus membuat kedudukan seri menjadi 1-1. Kini, tekanan justru berpindah ke Dewa United yang akan menjalani dua pertandingan kandang di Dewa United Arena.
Pelatih Dewa United, Agusti Julbe Bosch, menilai bahwa timnya sudah menunjukkan kemampuan dengan mencuri satu kemenangan di laga tandang. Namun, ia mengakui bahwa Pelita Jaya berhasil melakukan penyesuaian defensif yang efektif, terutama dalam menghentikan pemain kunci Dewa United. "Ini baru dua pertandingan, dan saya senang kami sudah bisa mencuri satu kemenangan di laga tandang," ujarnya.
Masalah utama Dewa United di Game 2 adalah penurunan akurasi tembakan. Mereka hanya memasukkan 26 dari 66 percobaan (39,4%), turun drastis dari 32 dari 73 (43,8%) di Game 1. Penyebabnya adalah penguasaan area dalam yang buruk, yang membuat Pelita Jaya leluasa mencetak 46 poin di paint dengan akurasi 53%. Catatan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Dewa United sebelum menjalani laga kandang.
Meski optimistis, Coach Agusti dihadapkan pada fakta bahwa Dewa United belum pernah memenangkan laga kandang melawan Pelita Jaya sejak sistem home and away diberlakukan pada 2024. Rekor buruk itu mencakup musim reguler 2024, 2025, Final 2025, dan musim reguler 2026. "Saya percaya pada pemain saya. Kami akan melakukan persiapan matang dan memenangkan Game 3 dan 4 di kandang," tegasnya.
Dari sisi Pelita Jaya, kemenangan ini menjadi momentum penting setelah mereka sempat tertinggal 0-1 di awal seri. Pelita Jaya berhasil mematahkan kutukan kekalahan beruntun dari Dewa United, dan kini memiliki kepercayaan diri tinggi untuk bermain di kandang lawan. Pertandingan Game 3 dijadwalkan berlangsung di Dewa United Arena pada Kamis (11/6) mendatang.
Bagi pecinta basket Indonesia, seri semifinal ini menyajikan drama yang menarik. Dewa United yang selama ini dianggap sebagai kandidat kuat juara justru harus berjuang keras melawan tim yang secara historis sulit dikalahkan di kandang sendiri. Jika Dewa United gagal memanfaatkan keuntungan kandang, maka mimpi mereka untuk melaju ke final bisa sirna. Sebaliknya, jika berhasil bangkit, mereka akan menunjukkan bahwa rekor buruk bisa diubah.



