Cuaca Ekstrem Landa Tiga Negara Bagian Malaysia, Warga Diimbau Waspada
Baca dalam 60 detik
- Malaysia mengeluarkan peringatan badai petir dan hujan lebat di Pahang, Johor, dan Sarawak hingga pukul 15.00 waktu setempat.
- Daerah terdampak meliputi Rompin, beberapa wilayah di Johor selatan, serta sejumlah kawasan di Sarawak bagian barat dan utara.
- Peringatan bersifat jangka pendek dengan durasi maksimal enam jam, menyusul potensi curah hujan di atas 20 mm per jam.

Malaysia kembali diterpa cuaca ekstrem. Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) mengeluarkan peringatan dini terkait badai petir, hujan deras, dan angin kencang yang diprediksi melanda tiga negara bagian hingga Minggu (7/6) pukul 15.00 waktu setempat. Peringatan ini menjadi sinyal bagi masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir kilat dan pohon tumbang.
Berdasarkan rilis resmi MetMalaysia yang diterbitkan pukul 13.05, wilayah yang masuk dalam zona waspada meliputi Pahang, Johor, dan Sarawak. Di Pahang, kawasan yang terancam adalah distrik Rompin. Sementara itu, di Johor, peringatan mencakup lima daerah: Batu Pahat, Kluang, Pontian, Kulai, dan Kota Tinggi. Adapun di Sarawak, cuaca buruk diperkirakan melanda Sri Aman dan Sarikei, serta meluas ke sebagian Betong (Pusa, Saratok, Kabong), Mukah (Tanjung Manis, Daro, Matu, Dalat), dan Miri.
Peringatan badai petir ini merupakan jenis peringatan jangka pendek yang dikeluarkan MetMalaysia ketika terdeteksi tanda-tanda akan terjadi badai dengan intensitas curah hujan di atas 20 mm per jam yang diperkirakan berlangsung lebih dari satu jam. Departemen tersebut menegaskan bahwa peringatan ini hanya berlaku untuk periode tidak lebih dari enam jam untuk setiap kali rilis. Artinya, kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat dan masyarakat diminta untuk terus memantau informasi terkini.
Fenomena cuaca ekstrem yang melanda Malaysia ini tidak terlepas dari dinamika atmosfer regional yang kerap memicu pertumbuhan awan konvektif di Semenanjung Malaya dan Kalimantan. Bagi Indonesia, kondisi serupa juga sering terjadi di wilayah Sumatera dan Kalimantan, terutama saat transisi musim. Masyarakat di daerah perbatasan, seperti Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat, disarankan untuk waspada terhadap potensi dampak tidak langsung, seperti angin kencang dan gelombang tinggi di perairan Selat Malaka dan Laut Natuna.
Menurut catatan MetMalaysia, peringatan serupa juga sempat dikeluarkan pada 3 Juni lalu untuk beberapa negara bagian. Pola cuaca ini menunjukkan bahwa kawasan tersebut tengah memasuki fase puncak musim hujan yang kerap disertai petir dan angin kencang. Para ahli meteorologi memperkirakan kondisi ini masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan seiring dengan aktifnya gelombang atmosfer di wilayah tropis.
Dengan adanya peringatan ini, warga di daerah terdampak diimbau untuk menghindari aktivitas di luar ruangan, terutama di area terbuka dan dekat pohon besar. Nelayan dan operator kapal kecil juga diminta untuk tidak melaut hingga kondisi cuaca membaik. Pertanyaan yang kini mengemuka adalah seberapa cepat sistem peringatan dini dan respons masyarakat dapat meminimalkan risiko kerugian jiwa dan harta benda akibat cuaca ekstrem yang kian tidak menentu.



