Prabowo Makan Siang Bersama Siswa Sekolah Rakyat di Bali: Simbol Perhatian pada Pendidikan Gratis
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto menyempatkan diri makan siang bersama siswa dan orang tua di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu, 7 Juni 2026.
- SRMP 17 Tabanan, yang beroperasi sejak 2025 di bawah Kementerian Sosial, menyediakan pendidikan gratis, asrama, dan makan bergizi tiga kali sehari bagi 74 siswa dari keluarga tidak mampu.
- Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani anak putus sekolah dan kemiskinan melalui program Sekolah Rakyat yang diperluas ke berbagai daerah.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7974337/original/065800100_1780811112-Prabowo_Makan.jpg)
Presiden Prabowo Subianto meluangkan waktu untuk makan siang bersama para siswa dan orang tua saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). Momen ini menjadi simbol perhatian langsung kepala negara terhadap program pendidikan gratis yang menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Prabowo tiba di lokasi didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Setelah bertemu dengan calon siswa tahun ajaran 2026/2027, ia langsung menuju ruang makan dan duduk di antara para siswa. "Ayo makan, makan," ajak Prabowo sebelum memulai santap siang yang diawali doa sesuai kepercayaan masing-masing. Menu yang disajikan sederhana: nasi putih, ayam goreng, tempe bumbu, dan telur.
SRMP 17 Tabanan mulai beroperasi pada 2025 di Sentra Mahatmiya milik Kementerian Sosial. Sekolah ini dirancang khusus untuk menjangkau anak-anak yang putus sekolah, tidak mampu, belum pernah bersekolah, atau berisiko putus sekolah. Kepala sekolah I Putu Jaya menjelaskan bahwa calon siswa dijaring melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di masing-masing daerah, lalu dilakukan skrining untuk memastikan kelayakan. "Mereka berasal dari desil 1 dan desil 2, orang tua bekerja sebagai petani dan buruh harian," ujarnya.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, akrab disapa Gus Ipul, menyebutkan bahwa saat ini terdapat 74 siswa yang menempuh pendidikan di SRMP 17 Tabanan. Mereka tidak hanya mendapat pengajaran gratis, tetapi juga tempat tinggal di asrama dan makanan bergizi tiga kali sehari. Program percepatan pembelajaran diterapkan untuk mengejar ketertinggalan pendidikan siswa. Fasilitas sekolah meliputi ruang kelas dengan komputer dan layar digital, perpustakaan, dapur, serta asrama.
Kunjungan Prabowo ke SRMP 17 Tabanan merupakan bagian dari rangkaian peninjauan program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Sebelum makan siang, ia disambut dengan yel-yel dan tari kecak oleh siswa kelas IX. Prabowo juga berdialog dengan calon siswa yang akan masuk kelas VIII. Kehadiran orang tua siswa dalam acara tersebut menunjukkan keterlibatan komunitas dalam mendukung pendidikan anak.
Program Sekolah Rakyat sendiri menjadi salah satu prioritas Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Prabowo. Dengan menyediakan pendidikan dan kebutuhan dasar secara gratis, pemerintah berharap anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat mengakses pendidikan berkualitas tanpa hambatan biaya. Langkah ini juga sejalan dengan upaya mengurangi angka putus sekolah di Indonesia yang masih menjadi tantangan, terutama di daerah terpencil.
Ke depan, perluasan Sekolah Rakyat ke provinsi lain direncanakan untuk menjangkau lebih banyak anak. Pertanyaannya, apakah model integrasi pendidikan, asrama, dan gizi ini dapat dipertahankan secara berkelanjutan di tengah keterbatasan anggaran? Jawabannya akan menentukan efektivitas program dalam mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan.



