Satgas Damai Cartenz Bekuk Pemasok Senjata KKB di Sarmi, 12 Tersangka Diamankan
Baca dalam 60 detik
- Seorang pria berinisial YK (52) ditangkap tanpa perlawanan di Pasar Sentral Sarmi karena diduga memasok senjata api dan amunisi ke jaringan KKB di Papua Pegunungan.
- Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan operasi yang berlangsung sejak Maret 2026, di mana total 12 tersangka telah ditetapkan, termasuk penyandang dana dan perantara.
- Barang bukti yang disita meliputi 298 butir amunisi, magazen SS1, senjata rakitan, dan laras senjata sisa Perang Dunia II, mengindikasikan rantai pasok yang mapan.

Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (Satgas ODC) meringkus seorang pria berinisial YK (52) di Pasar Sentral Sarmi, Papua, pada Sabtu (6/6) siang, yang diduga kuat sebagai pemasok senjata api dan amunisi bagi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Papua Pegunungan. Penangkapan ini menambah daftar panjang tersangka dalam jaringan penyelundupan senjata yang telah dibongkar aparat sejak awal tahun.
YK ditangkap tanpa perlawanan sekitar pukul 13.16 WIT setelah tim intelijen mengendus keberadaannya di lokasi tersebut. Kasatgas Humas Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, mengungkapkan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari pengembangan penyidikan intensif terhadap rantai pasok senjata yang menyuplai KKB di Yalimo dan Yahukimo. Operasi pembongkaran sindikat ini sejatinya telah digulirkan sejak Maret 2026, dan tim gabungan terus membongkar satu per satu komponen jaringan.
"Kami telah mengamankan sejumlah pelaku dengan peran yang bervariasi, mulai dari penyandang dana, pembeli, penyedia amunisi aktif, hingga perantara atau makelar transaksi," kata Yusuf di Jayapura, Minggu (7/6). Hingga awal Juni 2026, total 12 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam pusaran kasus ini. Mereka berasal dari berbagai lapisan, menunjukkan bahwa jaringan ini memiliki struktur yang terorganisir.
Berdasarkan rekam jejak penyidikan, YK diketahui menerima satu pucuk senjata api beserta dokumen amunisi dari seorang pria berinisial B pada awal Maret di rumahnya di kawasan Argapura, Kota Jayapura. Senjata dan peluru tersebut kemudian dialihkan ke sejumlah pihak untuk ditransaksikan dengan kelompok bersenjata yang dipimpin oleh Simeon Payage. Modus operandi ini menunjukkan adanya mata rantai yang cukup rapi, dari pemasok hingga pengguna akhir di lapangan.
Usai ditangkap, YK langsung digelandang ke Mapolres Sarmi untuk menjalani pemeriksaan konfrontatif. Petugas juga menyita barang bawaan berupa telepon seluler, kartu identitas, kartu perbankan, serta uang tunai untuk mendalami aliran dana. Dari rangkaian operasi penggeledahan dan penindakan, aparat berhasil menyita 298 butir amunisi tajam, 4 magazen senapan serbu SS1, 1 pucuk senjata api rakitan, dan 6 unit laras senjata api sisa peninggalan Perang Dunia II dalam kondisi berkarat tanpa popor. Temuan ini mengindikasikan bahwa jaringan ini tidak hanya mengandalkan pasokan modern, tetapi juga memanfaatkan artefak perang lama.
Keberhasilan Satgas ODC dalam membongkar jaringan ini menjadi sinyal positif bagi upaya penegakan hukum di Papua. Namun, masih ada pertanyaan besar mengenai seberapa luas jaringan ini dan apakah masih ada pemasok lain yang belum terungkap. Dengan 12 tersangka yang sudah diamankan, aparat diharapkan terus mengembangkan penyidikan untuk memutus rantai pasok senjata ke KKB secara tuntas.



