Bali United Lakukan Revolusi Skuad, Enam Pemain Dilepas Jelang Super League 2026/2027
Baca dalam 60 detik
- Bali United melepas enam pemain, termasuk tiga legiun asing, sebagai bagian dari perombakan besar skuad.
- Pelatih Johnny Jansen tetap dipertahankan dan diberi wewenang membentuk tim baru dengan target kembali ke papan atas.
- Cedera lutut yang dialami Diego Campos menjadi salah satu pemicu berakhirnya kerja sama dengan penyerang asal Kosta Rika itu.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6128825/original/071683400_1779012556-IMG_1468.jpeg)
Bali United memulai musim baru dengan langkah berani: melepas enam pemain sekaligus sebagai sinyal pembangunan ulang skuad untuk Super League 2026/2027. Keputusan ini diambil setelah tim berjuluk Serdadu Tridatu itu menjalani musim yang inkonsisten dan gagal bersaing di papan atas klasemen.
Manajemen klub asal Pulau Dewata itu memastikan pelatih asal Belanda, Johnny Jansen, tetap memegang kendali tim. Mantan arsitek PEC Zwolle itu dipercaya melanjutkan proyek jangka panjang dan telah terlibat aktif dalam proses seleksi pemain baru. Langkah ini menunjukkan bahwa Bali United tidak hanya melakukan perombakan pemain, tetapi juga memberikan kepercayaan penuh kepada Jansen untuk membangun kembali kekuatan tim.
Enam pemain yang dipastikan hengkang terdiri dari tiga pemain lokal dan tiga pemain asing. Dari kelompok lokal, Yabes Roni Malaifani, M. Rahmat, dan Yusuf Meilana harus angkat koper. Yabes Roni sebelumnya menjalani masa peminjaman di Persis Solo, sementara Rahmat dan Meilana kesulitan mendapatkan menit bermain reguler. Di kubu asing, Bali United mengakhiri kerja sama dengan Mirza Mustafic, Boris Kopitovic, dan Diego Campos.
Kepergian Diego Campos menjadi yang paling mengejutkan. Sebelumnya, penyerang asal Kosta Rika itu masuk dalam rencana jangka pendek klub dan sempat disebut akan dipertahankan bersama gelandang Jepang, Teppei Yachida. Namun, cedera lutut yang dialami Campos saat menghadapi PSM Makassar pada pekan ke-30 Super League 2025/2026 mengubah segalanya. CEO Bali United, Yabes Tanuri, mengonfirmasi bahwa keputusan berpisah diambil setelah diskusi matang antara kedua belah pihak. Meski demikian, klub tetap berkomitmen membantu proses pemulihan cedera Campos sebagai bentuk tanggung jawab.
Johnny Jansen mengakui bahwa fondasi skuad yang ada sebenarnya sudah cukup baik, tetapi masih ada beberapa posisi yang membutuhkan peningkatan kualitas. "Saya berharap bisa mendatangkan pemain yang lebih berkualitas karena itu hal yang penting," ujar Jansen. Pelatih berusia 50 tahun itu telah berdiskusi dengan manajemen terkait kebutuhan tim dan proses evaluasi pasca-musim. Ia menegaskan bahwa tambahan pemain berkualitas menjadi kunci jika Bali United ingin kembali kompetitif di papan atas.
Langkah perombakan ini menjadi ujian bagi konsistensi kebijakan transfer Bali United. Dalam beberapa musim terakhir, klub kerap melakukan perubahan besar di skuad, namun hasilnya belum maksimal. Kini, dengan Jansen yang mendapat kepercayaan penuh, publik menanti apakah strategi ini akan membawa Serdadu Tridatu kembali ke jalur juara atau justru mengulang siklus yang sama.



