NRI Australia Tewas Dibunuh di Amritsar: Sengketa Tanah Berujung Pembunuhan Berencana
Baca dalam 60 detik
- Seorang guru matematika asal Australia yang hilang sejak 22 Mei ditemukan tewas di kanal Harike, Amritsar, setelah dibius dan dipukul dengan stik baseball.
- Polisi Punjab menangkap empat tersangka, termasuk kakak ipar dan keponakan korban, yang diduga terlibat dalam konspirasi pengalihan aset senilai miliaran rupiah.
- Kasus ini menyoroti kerentanan diaspora Indonesia yang memiliki properti di kampung halaman, terutama dalam konflik waris dan kuasa palsu.

Seorang pria berkewarganegaraan Australia keturunan India (NRI) berusia 66 tahun ditemukan tewas setelah dinyatakan hilang selama dua pekan di Amritsar, Punjab. Polisi setempat memastikan bahwa pembunuhan itu terkait erat dengan sengketa properti yang melibatkan anggota keluarga korban sendiri.
Korban, Sunil Sharma, seorang guru matematika di Melbourne, Australia, dilaporkan hilang pada 22 Mei lalu. Ia baru saja tiba di Amritsar untuk mengurus renovasi rumah miliknya. Namun, alih-alih menyelesaikan urusan properti, ia justru menjadi korban pembunuhan berencana yang melibatkan kakak kandungnya, Satish Sharma, beserta istri dan anak mereka.
Menurut Kepala Polisi Amritsar, Kanwalpreet Singh, dalam konferensi pers yang digelar pekan ini, Sunil Sharma dibius dengan obat tidur sebelum dipukul hingga tewas menggunakan stik baseball pada hari yang sama saat ia dilaporkan hilang. Jenazahnya kemudian dibuang ke kanal di dekat Harike dalam upaya menghilangkan barang bukti.
Investigasi mengungkap bahwa Satish Sharma telah memalsukan surat kuasa di Ludhiana untuk mengalihkan sejumlah aset milik Sunil, termasuk sebuah rumah di kawasan Aishana Estate, Amritsar. Perseteruan antara kedua saudara itu juga melibatkan sebidang tanah strategis di Mohali yang nilainya diperkirakan mencapai lebih dari Rs 4 crore (sekitar Rp8 miliar).
Polisi berhasil melacak dan menangkap Satish Sharma, istrinya Anushka Sharma, serta anak mereka di Delhi. Seorang makelar properti setempat, Lakshman Singh Bal, juga ditetapkan sebagai tersangka. Namun, dua pelaku lain masih buron dan tengah diburu.
Kasus ini mencuat ke publik setelah putri korban, Surbhi Sharma, merilis video permohonan dari Australia. Dalam video yang viral itu, ia mendesak Kepala Menteri Punjab, Bhagwant Mann, dan kepolisian setempat untuk mengerahkan seluruh sumber daya guna mengungkap kebenaran. Surbhi mencurigai pergerakan mencurigakan pamannya, Sunny Sharma, di sekitar lokasi kejadian pada hari hilangnya sang ayah.
Bagi diaspora Indonesia yang memiliki properti di tanah air, kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya kejelasan hukum waris dan kewaspadaan terhadap potensi penyalahgunaan kuasa. Sengketa properti antar saudara kerap berujung pada tindak kriminal, terutama ketika salah satu pihak berada di luar negeri dan tidak dapat mengawasi langsung asetnya.
Ke depan, kasus ini membuka pertanyaan besar: sejauh mana negara mampu melindungi warga negaranya yang tinggal di luar negeri dari kejahatan yang direncanakan oleh orang terdekat? Terlebih, modus pemalsuan dokumen dan pembunuhan berencana seperti ini menunjukkan celah serius dalam sistem administrasi pertanahan dan pengawasan imigrasi.



