Mathew Baker Cetak Rekor Debut Termuda Timnas, Langsung Disiapkan ke Piala AFF U-19
Baca dalam 60 detik
- Mathew Baker menjadi debutan termuda Timnas Indonesia setelah turun melawan Oman di usia 17 tahun 23 hari.
- Usai laga kontra Mozambik, pemain Melbourne City itu akan bergabung dengan Timnas U-19 di Medan untuk Piala AFF U-19 2026.
- Pelatih Nova Arianto menilai debut Baker membuktikan keberhasilan pembinaan usia muda menuju tim senior.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7853797/original/085238500_1780677622-20260605AA_Timnas_Indonesia_vs_Oman-2.JPG.jpeg)
Mathew Baker resmi menorehkan namanya dalam buku sejarah sepak bola Indonesia sebagai pemain termuda yang pernah menjalani debut bersama tim senior Garuda. Bek berusia 17 tahun 23 hari itu masuk menggantikan Rizky Ridho pada menit ke-80 saat Indonesia berhadapan dengan Oman dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (5/6/2026) malam.
Kesempatan yang diberikan pelatih John Herdman kepada Baker tidak hanya menjadi momen emosional bagi sang pemain, tetapi juga menjadi indikator bahwa program pembinaan usia muda Timnas Indonesia berjalan sesuai jalur. Baker, yang merupakan produk akademi Melbourne City FC, mengaku masih sulit mencerna pengalaman pertamanya membela skuad Garuda. "Benar-benar tidak bisa digambarkan. Sampai sekarang saya bahkan masih mencoba mencerna semuanya," ujarnya seusai pertandingan.
Yang menarik, debut ini bukanlah akhir dari kesibukan Baker di pertengahan tahun 2026. Selepas laga melawan Mozambik pada Selasa (9/6/2026) di SUGBK, ia akan langsung terbang ke Medan, Sumatra Utara, untuk bergabung dengan Timnas Indonesia U-19 yang berlaga di Piala AFF U-19 2026. "Setelah melawan Mozambik, saya akan bergabung dengan Timnas Indonesia U-19 di Medan," kata Baker.
Keputusan Herdman memanggil pemain muda seperti Baker ke tim senior menuai apresiasi dari pelatih Timnas U-19, Nova Arianto. Menurut Nova, debut Baker merupakan bukti nyata bahwa target pengembangan pemain kelompok usia untuk menembus level senior mulai terwujud. "Puji Tuhan dan saya sangat senang karena sekali lagi tujuan kami untuk pemain U-17 adalah bagaimana mereka bisa bermain untuk tim senior. Saya juga sampaikan terima kasih kepada coach John yang sudah memberikan kepercayaan kepada Baker," ujar Nova.
Baker sendiri mengaku sangat terkesan dengan atmosfer dan standar latihan di tim senior. Meski hanya bermain beberapa menit, ia menilai kualitas skuad Garuda jauh di atas ekspektasinya. "Level tim ini luar biasa. Sejak saya bergabung, kualitas latihan yang mereka jalani sangat mengagumkan dan saya belajar banyak hanya dalam beberapa hari bersama mereka," sambung pemain kelahiran Australia tersebut.
Langkah Baker yang langsung beralih dari tim senior ke turnamen U-19 menunjukkan betapa padatnya kalender sepak bola usia muda Indonesia. Piala AFF U-19 2026 menjadi ajang pembuktian bagi Baker untuk menunjukkan konsistensi performa, sekaligus menguji apakah pengalaman singkat bersama tim senior bisa langsung diterapkan di level kelompok usia. Pertanyaannya, mampukah Baker mempertahankan momentum positif ini dan menjadi andalan di dua level sekaligus?



