Tottenham Siapkan Dana Besar, Savinho Jadi Target Utama De Zerbi
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan akan mengakuisisi winger Manchester City, Savinho, dengan nilai transfer sekitar £60 juta.
- Kedatangan Savinho diharapkan memperkuat lini serang Spurs yang tumpul musim ini, berpadu dengan kreativitas James Maddison.
- Kesepakatan dilaporkan bisa segera terwujud setelah pembicaraan intensif antara kedua klub.

Tottenham Hotspur bergerak cepat di bursa transfer musim panas ini. Setelah nyaris terdegradasi dari Premier League, klub asal London Utara itu berbenah total di bawah arahan pelatih anyar Roberto De Zerbi. Langkah terbaru: mengincar winger Manchester City, Savinho, dengan nilai tawaran mencapai £60 juta—angka yang sempat membuat negosiasi buntu setahun lalu.
Menurut jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano, kesepakatan bisa tercapai "dalam waktu dekat" setelah kedua pihak kembali berunding. Savinho, yang musim ini lebih banyak menjadi penghangat bangku cadangan di Etihad, disebut siap pindah dan menjadi bagian penting proyek De Zerbi. Musim lalu, pemain Brasil berusia 22 tahun itu hanya tampil 21 kali sebagai starter di Premier League, namun mencatatkan delapan assist dan 11 peluang emas—angka yang menunjukkan potensi besarnya jika mendapat menit bermain reguler.
Langkah ini tak lepas dari kebutuhan mendesak Tottenham akan kreativitas di lini depan. Musim 2025/26, Spurs menjadi salah satu tim dengan rasio gol paling rendah di liga, bahkan masuk dalam daftar lima besar terendah untuk metrik Expected Goals (xG). James Maddison, yang baru pulih dari cedera ACL, diharapkan menjadi motor serangan, tetapi ia membutuhkan mitra di sayap yang bisa memberikan ancaman konstan. Savinho, dengan kecepatan dan kemampuan dribelnya (rata-rata 1,8 dribel sukses per laga), dinilai sebagai profil ideal untuk mengisi posisi sayap kiri.
De Zerbi, yang dikenal dengan filosofi sepak bola menyerang dan penguasaan bola, tengah membangun kembali skuad Tottenham. Ia sudah mendatangkan bek tengah ball-playing seperti Marcos Senesi dan Andy Robertson secara gratis, serta mengajukan tawaran untuk Jan Paul van Hecke dari Brighton. Namun, prioritas utama tetap pada sektor depan setelah Randal Kolo Muani gagal total selama masa peminjaman. "Kami butuh pemain yang bisa membuat perbedaan di sepertiga akhir lapangan," ujar seorang sumber internal klub kepada media Inggris.
Dari sisi taktik, Savinho diyakini akan menjadi elemen pelengkap yang sempurna untuk Maddison. Keduanya memiliki visi bermain yang saling melengkapi: Maddison unggul dalam memberikan umpan terobosan, sementara Savinho lincah menusuk dari sisi sayap. Jika duet ini berhasil, Tottenham bisa kembali bersaing di papan atas Premier League musim depan. Namun, tantangan terbesar adalah adaptasi Savinho terhadap tekanan sebagai pemain inti, sesuatu yang belum ia alami secara konsisten di Manchester City.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Tottenham ini menarik untuk diikuti. Klub-klub Premier League semakin agresif berburu talenta muda Brasil, dan Savinho bisa menjadi bintang berikutnya setelah Gabriel Martinelli atau Antony. Apakah kepindahan ini akan mengangkat performa Spurs, atau justru menjadi investasi mahal lainnya yang gagal? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan.



