Subsidi Membengkak, Tarif Transjabodetabek Rute Bandara Segera Naik
Baca dalam 60 detik
- Pemprov DKI Jakarta akan menyesuaikan tarif sejumlah rute Transjabodetabek mulai bulan ini untuk menekan beban subsidi.
- Rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta menjadi prioritas penyesuaian dengan proyeksi tarif Rp10.000โRp15.000.
- Kenaikan tarif dipicu oleh biaya operasional tinggi, termasuk parkir bus di terminal bandara yang tidak gratis.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam waktu dekat akan menaikkan tarif sejumlah rute bus Transjabodetabek, dengan rute Blok M menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi prioritas utama. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan kebijakan ini mulai berlaku pada bulan Juni 2026, menyusul beban subsidi yang terus membengkak.
Rute SH2 yang melayani perjalanan dari Blok M ke Soekarno-Hatta baru beroperasi pada 12 Maret 2026. Sejak awal, Pramono telah merencanakan evaluasi tarif setelah tiga bulan berjalan. Kini, pemerintah memproyeksikan tarif rute bandara tersebut berada di kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000, naik signifikan dari tarif awal yang lebih rendah.
"Untuk tarif Transjabodetabek Blok M-Soekarno Hatta, segera akan kami putuskan," ujar Pramono di Jakarta Timur, Jumat (5/6). Ia menambahkan bahwa penyesuaian tidak hanya terbatas pada rute bandara, tetapi juga mencakup rute Transjabodetabek lainnya yang memerlukan rasionalisasi harga.
Keputusan ini didorong oleh tingginya biaya operasional yang harus ditanggung Pemprov DKI. Pramono menjelaskan, rute bandara memiliki jarak tempuh panjang dan menggunakan bus baru yang khusus dirancang untuk layanan tersebut. Selain itu, biaya parkir bus di Terminal 1, 2, dan 3 Bandara Soekarno-Hatta tidaklah gratis, menambah beban pengeluaran. "Ada biaya-biaya yang harus ditanggung," tegasnya.
Langkah rasionalisasi tarif ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI untuk mengurangi ketergantungan pada subsidi yang terus meningkat. Meski demikian, Pramono belum merinci rute-rute lain yang akan mengalami penyesuaian. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan layanan Transjabodetabek tanpa membebani anggaran daerah secara berlebihan.
Bagi pengguna setia Transjabodetabek, terutama yang kerap bepergian ke bandara, kenaikan tarif ini mungkin menjadi kabar kurang menyenangkan. Namun, pemerintah menilai penyesuaian harga diperlukan agar kualitas layanan tetap terjaga. Pertanyaan selanjutnya adalah seberapa besar dampak kenaikan ini terhadap minat masyarakat menggunakan transportasi umum, dan apakah rute lain akan menyusul dalam waktu dekat.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415707/original/054008200_1763395277-IMG-20251117-WA0027.jpg)