Hari Bhayangkara ke-80: Polda Lampung Layani 7.600 Warga dengan Bakti Kesehatan dan Layanan Stem Cell
Baca dalam 60 detik
- Polda Lampung menargetkan 7.600 peserta dalam bakti kesehatan massal yang mencakup operasi katarak, pengobatan spesialistik, dan donor darah.
- Dua layanan medis modern—Klinik Stem Cell dan operasi batu ginjal RIRS—diresmikan di RS Bhayangkara sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
- Kolaborasi 459 tenaga kesehatan dari berbagai institusi mendukung program ini, yang diharapkan memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat Lampung.
Sebanyak 7.600 warga Lampung menjadi sasaran bakti kesehatan massal yang digelar Polda Lampung dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan ini tidak hanya menawarkan layanan medis gratis, tetapi juga menjadi momentum peluncuran dua fasilitas kesehatan modern di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Biddokkes Polda Lampung.
Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat sekaligus memperkuat kemitraan dengan warga. "Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud nyata kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus untuk memperkuat kemitraan yang solid antara Polri dan masyarakat, khususnya di wilayah Lampung," ujarnya dalam keterangan resmi.
Pusat kegiatan dipusatkan di RS Bhayangkara yang melayani 600 peserta. Layanan yang diberikan meliputi operasi mata katarak dan pterigium untuk 250 pasien, pengobatan spesialistik untuk 300 pasien, penanganan stunting bagi 25 anak, serta senam lansia yang diikuti 25 peserta. Di tingkat Polresta dan Polres jajaran, layanan cek kesehatan gratis menjangkau 3.850 orang, donor darah melibatkan 3.000 peserta, dan khitanan massal menyasar 150 anak.
Yang membedakan peringatan tahun ini adalah peluncuran dua layanan kesehatan berteknologi tinggi di RS Bhayangkara: Klinik Stem Cell dan fasilitas operasi batu ginjal dengan metode Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS). Menurut Kapolda, langkah ini merupakan komitmen Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. "Kami meluncurkan dua layanan kesehatan baru dengan teknologi modern, yaitu pelayanan Klinik Stem Cell, serta operasi batu ginjal dengan metode RIRS," tuturnya.
Kesuksesan program ini didukung oleh sinergi lintas sektor yang melibatkan 459 tenaga kesehatan dan personel Polri. Tim medis berasal dari Himpunan Bersatu Teguh, Perdami Lampung, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Biddokkes Polda Lampung, RS Bhayangkara, serta jajaran Polres dan Polresta. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama berbagai pihak.
Bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Lampung, kehadiran layanan stem cell dan RIRS di RS Bhayangkara menjadi angin segar. Selama ini, akses terhadap teknologi medis canggih seringkali terbatas di kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya. Dengan adanya fasilitas ini, warga Lampung tidak perlu lagi merujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan batu ginjal minimal invasif atau terapi regeneratif. Ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam pemerataan layanan kesehatan.
Helfi berharap momentum Hari Bhayangkara dapat mempererat hubungan Polri dengan masyarakat, sembari menjaga kondusivitas keamanan. "Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan, menjaga kesehatan diri dan keluarga, serta terus mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif," tandasnya. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah inisiatif serupa akan diadopsi oleh Polda lain di Indonesia, mengingat potensi dampak positifnya terhadap citra Polri dan kesejahteraan masyarakat.



