Kritik Bellamy Usai Wales Dipermalukan Romania: 'Kami Harus Lebih Baik'
Baca dalam 60 detik
- Wales menelan kekalahan 2-1 dari Romania dalam laga uji coba di Bucharest, memperpanjang rekor buruk tanpa kemenangan tandang sejak 2008.
- Pelatih Craig Bellamy menyoroti lambatnya pergerakan bola dan minimnya penetrasi ke sepertiga akhir lapangan sebagai penyebab utama kekalahan.
- Kekalahan ini menjadi alarm bagi Wales jelang Nations League A melawan Portugal, Denmark, dan Norwegia; David Brooks menuntut peningkatan drastis.

Kekalahan 2-1 dari Romania di Stadionul Steaua, Bucharest, menjadi tamparan keras bagi skuad asuhan Craig Bellamy. Dalam laga uji coba yang berlangsung Selasa (25/3) dini hari WIB, Wales kembali gagal memutus rekor buruk tanpa kemenangan di laga tandang non-kompetitif sejak 2008. Bellamy tak bisa menyembunyikan kekecewaannya dan menuntut perbaikan signifikan dari anak asuhnya.
Dua gol Romania dicetak oleh Florinel Coman dan Adrian Rus, sementara satu-satunya gol balasan Wales datang dari David Brooks pada menit ke-63. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi pelatih anyar Romania, Gheorghe Hagi, sejak ditunjuk pada April lalu. Statistik penguasaan bola Wales mencapai 57% dan sembilan tembakan tepat sasaran, namun efektivitas di lini depan menjadi sorotan utama.
“Kami tidak cukup menciptakan peluang untuk masuk ke sepertiga akhir dan menghasilkan kans yang konsisten,” ujar Bellamy dalam konferensi pers usai pertandingan. Ia menambahkan bahwa tim terlalu banyak melakukan build-up di area sendiri, bukan memecah garis pertahanan lawan seperti yang diinstruksikan. “Kami lambat dalam mengalirkan bola, itu yang mengecewakan,” tegasnya.
Kegagalan memaksimalkan peluang menjadi benang merah performa Wales. David Brooks, pencetak gol semata wayang tim, mengakui bahwa timnya “tidak cukup bagus” dan harus “jauh lebih baik” di Nations League A mendatang. “Kami menguasai bola dengan cukup rapi, tapi kurang umpan-umpan terobosan. Kami bermain di area yang salah,” kritik Brooks kepada BBC Match of the Day Wales.
Bagi pengamat sepak bola di Indonesia, performa Wales yang inkonsisten ini menarik dicermati, terutama karena beberapa pemain kunci seperti Brennan Johnson (Tottenham Hotspur) dan Ethan Ampadu (Leeds United) kerap menjadi sorotan di liga Inggris yang banyak ditonton penggemar Tanah Air. Kegagalan Wales memanfaatkan penguasaan bola juga mengingatkan pada problem klasik tim-tim Asia Tenggara yang dominan dalam statistik namun kalah efektivitas.
Jadwal Wales selanjutnya adalah menghadapi raksasa Eropa: Portugal, Denmark, dan Norwegia di Nations League A. Bellamy dan Brooks sepakat bahwa standar permainan harus segera dinaikkan. “Kami perlu menonton rekaman pertandingan, mengambil sisi positif, dan memperbaiki kesalahan. Tidak ada waktu untuk bersantai,” pungkas Brooks. Pertanyaannya, akankah Wales mampu bangkit sebelum menghadapi lawan-lawan yang jauh lebih tangguh?



