Nottingham Forest Tinggalkan Buruan Bergvall yang Mahal, Fokus ke Mateta Seharga £25 Juta
Baca dalam 60 detik
- Nottingham Forest mengalihkan target transfer dari Lucas Bergvall ke Jean-Philippe Mateta setelah banderol £60 juta dianggap terlalu mahal dan berisiko cedera.
- Manajer Oliver Glasner, yang pernah melatih Mateta di Crystal Palace, melihat striker Prancis itu sebagai solusi instan dengan catatan 12 gol Premier League musim lalu.
- Langkah ini dinilai lebih efisien secara finansial dan taktis, mengingat Bergvall hanya tampil 22 kali starter dalam dua musim terakhir akibat cedera.

Nottingham Forest mengubah prioritas bursa transfer musim panas ini. Klub Liga Inggris yang bermarkas di City Ground itu kini lebih condong mendatangkan Jean-Philippe Mateta dari Crystal Palace ketimbang terus memburu Lucas Bergvall yang harganya membumbung tinggi.
Kehadiran Oliver Glasner sebagai pelatih baru membawa angin segar. Eks pelatih Eintracht Frankfurt itu langsung menunjukkan taring dengan memenangi dua laga pramusim tanpa kebobolan. Namun, skuad yang diwariskan masih perlu perbaikan, terutama di lini depan. Glasner dikabarkan ingin bereuni dengan Mateta, pemain yang pernah ia tangani di Palace.
Sejak awal, Forest menjadikan gelandang Tottenham Hotspur itu sebagai target utama. Namun, harga £60 juta (sekitar Rp1,2 triliun) yang dipasang membuat manajemen berpikir ulang. Tidak hanya mahal, Bergvall juga kerap cedera—hanya 22 kali starter dari 76 laga liga dalam dua musim. Statistik musim lalu pun kurang meyakinkan: hanya 0,4 peluang tercipta per 90 menit dan 0,1 intersepsi, yang menempatkannya di 7% terbawah gelandang Premier League.
Dibandingkan Bergvall, Mateta dinilai lebih matang dan terbukti. Striker berusia 29 tahun itu memang sudah tidak muda, tapi pengalamannya di Premier League tak perlu diragukan. Jamie Carragher bahkan menyebutnya "monster". Musim lalu ia memenangi 2,7 duel udara per laga, menjadikannya ujung tombak ideal untuk skema tiga bek Glasner. Harga £25 juta juga dianggap lebih masuk akal untuk pemain dengan kontrak tersisa satu tahun.
Keputusan ini juga relevan bagi penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti Premier League. Bursa transfer selalu menjadi topik hangat, dan perbandingan antara pemain muda mahal dengan striker senior efisien sering menjadi perdebatan. Mateta, jika jadi direkrut, berpotensi menjadi andalan utama Forest musim depan. Namun, apakah ia bisa konsisten bersaing dengan Chris Wood atau Taiwo Awoniyi? Hanya waktu yang akan membuktikan.



