Kemenangan Dramatis Carapaz di Alpe d'Huez, Kuss Dua Kali Jatuh
Baca dalam 60 detik
- Richard Carapaz dari Ekuador memenangi etape 20 Tour de France di Alpe d'Huez setelah pesaingnya Sepp Kuss mengalami dua kali kecelakaan di kilometer akhir.
- Kemenangan ini memastikan Carapaz menguasai klasifikasi gunung, sementara Tadej Pogacar hampir pasti meraih gelar juara umum kelima.
- Etape terakhir dipangkas jaraknya akibat kebakaran hutan di dekat Bordeaux, mengubah strategi balapan para peserta.

Pembalap EF Education-EasyPost, Richard Carapaz, keluar sebagai pemenang etape 20 Tour de France, Sabtu (25/7), setelah rival utamanya, Sepp Kuss dari Visma-Lease a Bike, dua kali terjatuh di kilometer-km penutup jalur Alpe d'Huez yang legendaris. Kemenangan ini sekaligus mengamankan mahkota klasifikasi gunung bagi pebalap Ekuador tersebut.
Carapaz menempuh rute sejauh 170,9 kilometer dari Le Bourg-d'Oisans dan memanfaatkan kecelakaan Kuss yang terjadi di sebuah terowongan dan kemudian di turunan curam. Meski Kuss sempat memimpin usai melakukan akselerasi 17 km sebelum finis, dua insiden tersebut membuyarkan peluangnya. Carapaz mampu mengejar dan melewatinya, finis dengan keunggulan 31 detik. Remco Evenepoel (Red Bull-Bora-Hansgrohe) merebut posisi kedua, 26 detik di belakang Carapaz, sementara Kuss harus puas di tempat ketiga.
Direktur olahraga Carapaz, Charlie Wegelius, memuji kegigihan anak asuhnya. "Dia tidak pernah menyerah. Meski Kuss sempat menjauh dua kali, Carapaz terus berjuang dan berhasil memangkas detik demi detik," ujarnya. Pernyataan itu menggarisbawahi determinasi Carapaz yang tampil konsisten sepanjang etape pegunungan ini.
Sementara itu, pemimpin balapan Tadej Pogacar memilih tidak mengejar kemenangan etape keduanya secara beruntun. Pebalap Slovenia itu justru mengawal rekan setimnya di UAE Team Emirates-XRG, Isaac del Toro, yang berhasil mempertahankan peringkat ketiga klasemen umum. Del Toro finis kelima setelah menjatuhkan remaja Prancis Paul Seixas di Col de Sarenne. Seixas, yang sebelumnya hanya terpaut 24 detik dari Del Toro, kini tertinggal 2 menit 14 detik menjelang etape final.
Bagi pencinta olahraga sepeda di Indonesia, Tour de France tahun ini tetap menjadi tontonan bergengsi meski tanpa partisipasi pebalap Tanah Air. Drama di Alpe d'Huez menunjukkan betapa ketatnya persaingan di level tertinggi, sekaligus mengingatkan bahwa faktor keberuntungan dan ketahanan mental sangat menentukan hasil akhir. Di sisi lain, kebakaran hutan di dekat Bordeaux memaksa panitia memangkas etape terakhir dari 133 km menjadi 89 km demi mengalihkan personel keamanan untuk penanganan bencana—sebuah keputusan yang jarang terjadi dan menambah catatan tersendiri bagi edisi ke-112 ini.
Etape pamungkas Minggu (26/7) diperkirakan hanya akan menjadi prosesi kemenangan Pogacar, yang hampir pasti meraih gelar juara kelimanya di Paris. Namun, pertarungan untuk posisi ketiga antara Del Toro dan Seixas masih menyisakan ketegangan. Akankah Seixas mampu mengejar ketertinggalan 2 menit 14 detik di rute yang lebih pendek? Atau justru Del Toro yang makin kokoh? Satu hal yang pasti, pebalap Meksiko itu tidak akan mudah dilewati.



