Topan Noul Lumpuhkan Penerbangan Singapura-China Selatan, Belasan Rute Dibatal
Baca dalam 60 detik
- Topan Noul memicu pembatalan 20 lebih penerbangan antara Singapura dan Hong Kong serta Shenzhen pada akhir pekan ini.
- Lebih dari 340.000 warga Guangdong dievakuasi akibat terjangan topan ketiga yang melanda China pada Juli ini.
- Bandara Hong Kong mulai memulihkan operasi penerbangan secara bertahap setelah pukul 18.00 waktu setempat, seiring menurunnya intensitas badai.

Topan Noul yang menerjang provinsi Guangdong dan sekitarnya pada akhir pekan ini menyebabkan lebih dari 20 penerbangan dari dan menuju Singapura dibatalkan, mengganggu konektivitas udara antara Asia Tenggara dan China selatan. Maskapai seperti Cathay Pacific, Singapore Airlines (SIA), Scoot, Shenzhen Airlines, dan China Southern Airlines terpaksa merombak jadwal demi keselamatan penumpang.
Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh otoritas bandara Changi, sebanyak 13 penerbangan Cathay Pacific dan SIA antara Singapura dan Hong Kong batal pada 26 Juli. Rute yang terkena dampak meliputi penerbangan dari Hong Kong menuju Singapura seperti CX659, CX691, CX759, CX739, CX791, CX635, dan SQ899, serta sebaliknya dari Singapura ke Hong Kong: CX714, CX710, CX658, CX652, CX734, dan CX716. Sehari sebelumnya, Cathay Pacific telah mengumumkan pembatalan semua penerbangan yang dijadwalkan tiba dan berangkat dari Bandara Internasional Hong Kong pada rentang pukul 01.15 hingga 18.00 waktu setempat.
Tidak hanya rute Hong Kong, delapan penerbangan antara Shenzhen dan Singapura yang dioperasikan oleh Shenzhen Airlines, China Southern Airlines, dan SIA juga dibatalkan pada hari yang sama. Penerbangan dari Shenzhen ke Singapura yang terkena imbas adalah ZH235, ZH239, ZH229, CZ8117, SQ857, dan SQ855, sementara dari arah sebaliknya hanya ZH236 dan ZH230. Menjelang puncak badai, SIA juga telah membatalkan penerbangan SQ856 yang dijadwalkan berangkat dari Singapura menuju Shenzhen pada 25 Juli. Dua penerbangan lain pada tanggal yang sama antara Changi dan Shenzhen yang dioperasikan oleh China Southern dan Shenzhen Airlines juga batal, sementara satu penerbangan lainnya mengalami penundaan.
Maskapai berbiaya rendah Scoot, anak usaha SIA, mengonfirmasi pembatalan penerbangan TR128 dari Singapura ke Shantou dan TR129 dari Shantou ke Singapura pada 25 Juli. Menariknya, rute Singapura-Guangzhou, ibu kota Guangdong, justru tidak terdampak dan tetap beroperasi normal. Hal ini menunjukkan bahwa jalur badai Noul lebih terkonsentrasi di kawasan pesisir timur Guangdong dan Hong Kong.
Bagi pelancong asal Indonesia, gangguan ini patut diwaspadai karena banyak rute ke China dan Asia Timur menggunakan Singapura sebagai hub transit. Penumpang yang terdampak disarankan menghubungi maskapai terkait untuk opsi pengubahan jadwal atau refund. Sementara itu, Topan Noul sendiri merupakan badai ketiga yang melanda China dalam sebulan terakhir, setelah sebelumnya Topan Talim dan Topan Gaemi menerjang wilayah yang sama. Otoritas Guangdong menyebutkan lebih dari 340.000 warga telah dipindahkan ke lokasi aman.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah frekuensi topan yang meningkat ini akan mengubah kebijakan keselamatan penerbangan di kawasan Asia Timur. Dengan konektivitas udara yang kian padat, mitigasi risiko cuaca ekstrem menjadi tantangan serius bagi maskapai dan otoritas bandara. Para ahli meteorologi memperkirakan aktivitas siklon tropis di Pasifik Barat masih akan aktif hingga September, sehingga potensi gangguan serupa masih terbuka lebar.



