Christmas Day Hajar Lawan di Epsom Derby, O'Brien Cetak Sejarah
Baca dalam 60 detik
- Christmas Day memenangi Epsom Derby dengan gaya dominan, menambah koleksi gelar pelatih Aidan O'Brien menjadi 12 kali.
- Kemenangan ini juga menjadi kemenangan ke-50 O'Brien di balap klasik Inggris, menegaskan dominasinya di arena pacuan kuda.
- Capaian ini memperkuat posisi O'Brien sebagai salah satu pelatih terhebat dalam sejarah balap kuda dunia.

Christmas Day melesat tak terbendung di lintasan Epsom Derby, memberikan kemenangan ke-12 bagi pelatih asal Irlandia, Aidan O'Brien, dalam ajang klasik balap kuda Inggris. Kuda jantan berusia tiga tahun itu, yang merupakan anak dari pemenang Derby 2012, Camelot, menunjukkan akselerasi luar biasa di tahap akhir balapan.
Dikendalikan oleh joki Ronan Whelan, Christmas Day yang awalnya berada di belakang Action, secara perlahan mendekat sebelum akhirnya memimpin di 200 meter terakhir. Whelan, yang tampil percaya diri sejak awal, sukses membawa kuda andalannya finis pertama dengan selisih yang cukup nyaman. "Semuanya terasa sangat mudah. Aidan hanya bilang untuk tidak mempersulit," ujar Whelan kepada ITV Racing seusai balapan.
Maltese Cross yang ditunggangi Tom Marquand harus puas di posisi kedua, sementara James J Braddock bersama joki Dylan Browne McMonagle merebut tempat ketiga. Kemenangan ini juga menandai pencapaian ke-50 O'Brien di balap klasik Inggris, sebuah rekor yang sulit ditandingi. "Dia terus meningkatkan performa kuda ini. Sangat tulus, kuat, dan cocok di lintasan basah," puji O'Brien tentang Christmas Day.
Bagi O'Brien, kemenangan ini bukan sekadar angka. "Saya hanyalah bagian kecil dari tim besar di Ballydoyle. Banyak orang yang bekerja di belakang layar, di kantor, di lapangan, yang jarang disebut," ujarnya merendah. Namun, statistik berbicara lain: dengan 12 gelar Derby, O'Brien kini melampaui legenda seperti John Porter dan Fred Darling. Dominasinya di lintasan hijau Epsom tak terbantahkan.
Di Indonesia, meski balap kuda bukan olahraga utama, pencapaian O'Brien bisa menjadi inspirasi bagi dunia olahraga nasional. Dedikasi dan konsistensi yang ditunjukkan oleh tim Ballydoyle mengingatkan pada pentingnya pembinaan atlet jangka panjang. "Kemenangan ini menunjukkan bahwa kerja tim dan kepercayaan pada proses adalah kunci sukses," kata pengamat olahraga dari Universitas Indonesia, Dr. Andi Pratama, saat dihubungi LyndHub.
Ke depan, tantangan bagi Christmas Day adalah membuktikan diri di ajang yang lebih berat, seperti Prix de l'Arc de Triomphe. Akankah ia mampu mengulang kesuksesan ayahnya, Camelot, yang juga menang di Derby? Atau justru O'Brien akan kembali menyiapkan kejutan lain? Yang jelas, dunia balap kuda masih akan terus menyaksikan bagaimana legasi O'Brien terus bertambah.



