Polda Riau dan Mitra Gelar Operasi Katarak Gratis untuk 310 Warga: Kolaborasi Lintas Sektor
Baca dalam 60 detik
- Polda Riau bersama RS Awal Bros, Perdami, dan Sekar Ayu Jiwanta Foundation mengoperasi katarak gratis 310 warga di Pekanbaru.
- Kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Bhayangkara ke-80, menekankan solidaritas kemanusiaan dan akses layanan mata.
- Teknologi phacoemulsifikasi modern digunakan, mengatasi hambatan biaya dan jarak bagi penderita katarak di Riau.
Sebanyak 310 warga dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau menjalani operasi katarak gratis dalam bakti sosial yang digelar Polda Riau bersama Rumah Sakit Awal Bros, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Riau-Kepri, dan Sekar Ayu Jiwanta Foundation. Kegiatan yang dipusatkan di RS Awal Bros Panam, Pekanbaru, pada Jumat (5/6/2026) ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, sekaligus menjawab kebutuhan mendesak akan akses layanan kesehatan mata di daerah.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar aksi medis, melainkan upaya menghadirkan kembali harapan bagi mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan penglihatan. “Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat kepada sesama,” ujarnya dalam sambutan. Herry juga berbagi pengalaman pribadi mendampingi sang ayah yang mengalami gangguan penglihatan saat beribadah di Tanah Suci, yang membuatnya memahami betapa berharganya kemampuan melihat bagi kualitas hidup.
Ketua Pembina Sekar Ayu Jiwanta Foundation, Emi Wiranto, menekankan bahwa tingginya jumlah peserta menunjukkan masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan layanan mata. “Kebahagiaan sesungguhnya adalah ketika peserta dapat kembali melihat wajah keluarga dan beraktivitas normal,” katanya. Sementara itu, CEO RS Awal Bros Arfan Awaloeddin menambahkan bahwa katarak sebenarnya bukan penyakit tanpa solusi, namun tantangannya terletak pada akses layanan. “Kami berupaya menghadirkan pelayanan langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Arfan juga mengapresiasi konsep Green Policing yang diinisiasi Kapolda Riau. Menurutnya, filosofi tersebut tidak hanya soal penghijauan, tetapi juga menjaga kehidupan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat itulah yang mendasari kolaborasi ini, di mana kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga aktif dalam pelayanan sosial.
Bagi Indonesia, kegiatan ini menjadi contoh konkret sinergi antara aparat penegak hukum, sektor swasta, dan organisasi masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan yang kerap terabaikan. Katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia, dan akses terhadap operasi sering terhambat biaya serta jarak. Dengan teknologi modern yang digunakan, diharapkan kualitas hidup para pasien meningkat signifikan. Ke depan, perluasan program serupa ke daerah lain dapat menjadi model pengentasan buta katarak secara nasional.



