Pertarungan Chris Billam-Smith Tetap Jalan Meski Digugat Promotor Rival
Baca dalam 60 detik
- Zuffa Boxing menggelar debut Inggris akhir pekan ini dengan laga utama Chris Billam-Smith, meski Boxxer mengajukan gugatan hukum.
- Boxxer mengklaim memiliki hak kontraktual atas petinju dalam kartu pertandingan dan menuntut injunctive relief ke pengadilan Inggris.
- Zuffa, yang didanai Arab Saudi dan didirikan oleh Dana White, berupaya menggeser dominasi promotor tinju mapan di Inggris.

Pertarungan mantan juara kelas penjelajah WBO asal Inggris, Chris Billam-Smith, melawan petinju Kanada Ryan Rozicki pada Sabtu ini di Bournemouth International Centre tetap akan berlangsung meskipun promotor Boxxer mengajukan gugatan hukum ke pengadilan Inggris. Zuffa Boxing, promotor baru yang didanai Arab Saudi dan didirikan oleh presiden UFC Dana White, menolak klaim Boxxer dan bersikeras acara ini akan berjalan sesuai rencana.
Boxxer, yang sebelumnya menjadi promotor Billam-Smith sebelum petinju itu menandatangani kontrak multi-pertarungan dengan Zuffa pada April lalu, mengklaim bahwa sejumlah petinju dalam kartu pertandingan masih terikat kontrak dengan mereka. Dalam pernyataan resmi, Boxxer mengatakan telah meminta "injunctive relief" (putusan sementara) terhadap Zuffa Boxing dan Sky Sports, yang akan menyiarkan acara tersebut. "Boxxer telah memastikan semua pihak menyadari kewajiban kontraktual yang dimiliki petinju terhadap Boxxer. Meski demikian, petinju tersebut terus diiklankan dan dipromosikan tanpa izin kami," demikian bunyi pernyataan Boxxer.
Zuffa Boxing, yang didirikan pada 2023 dengan dukungan dana investasi Arab Saudi, menandai debutnya di Inggris dengan acara ini. Langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi global Zuffa untuk menyaingi promotor tinju mapan seperti Boxxer, Queensberry, dan Matchroom. Billam-Smith, yang mengalahkan Richard Riakporhe pada 2023 untuk merebut gelar WBO, menjadi andalan Zuffa di kelas penjelajah. Sementara itu, petinju Inggris lainnya seperti Jack Massey dan Sam Hickey juga akan bertarung di undercard.
Konflik antara Zuffa dan Boxxer mencerminkan persaingan sengit dalam industri tinju Inggris yang tengah berubah. Masuknya Zuffa dengan modal besar dari Arab Saudi telah mengubah lanskap promosi tinju, mirip dengan apa yang dilakukan Liga LIV Golf dalam dunia golf. Bagi penggemar tinju di Indonesia, persaingan ini bisa berdampak pada ketersediaan siaran pertarungan kelas dunia melalui platform streaming, serta membuka peluang bagi petinju Asia untuk mendapatkan tawaran dari promotor baru tersebut.
Menurut analis olahraga, langkah Zuffa masuk ke Inggris merupakan ancaman serius bagi promotor tradisional. "Mereka memiliki sumber daya keuangan yang hampir tak terbatas dan jaringan distribusi global. Jika mereka berhasil mengamankan petinju top, ini bisa mengubah hierarki kekuasaan dalam tinju profesional," ujar seorang pengamat yang enggan disebut namanya. Namun, Boxxer tampaknya tidak akan menyerah begitu saja. Dengan dasar hukum yang kuat, mereka berharap pengadilan dapat menghentikan acara tersebut atau setidaknya memberikan kompensasi.
Pertarungan Billam-Smith vs Rozicki sendiri dijadwalkan berlangsung 12 ronde dan menjadi laga utama malam itu. Bagi Billam-Smith, kemenangan akan membawanya selangkah lebih dekat ke perebutan gelar dunia kembali, sementara Rozicki, yang memiliki rekor 20-3 (13 KO), berambisi mengejutkan tuan rumah. Zuffa berharap acara ini sukses untuk membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di panggung tinju Inggris, meskipun dihadapkan pada gugatan hukum.
Ke depannya, keputusan pengadilan Inggris akan menjadi preseden penting bagi hubungan kontraktual antara promotor dan petinju. Jika Zuffa menang, pintu akan terbuka lebar bagi promotor baru untuk merekrut petinju yang terikat kontrak dengan promotor lain, memicu perang penawaran yang semakin sengit. Sebaliknya, jika Boxxer berhasil, maka kontrak eksklusif akan semakin diperkuat, membatasi mobilitas petinju. Pertanyaannya, apakah tinju Inggris siap menghadapi era baru yang didominasi oleh uang besar dari Timur Tengah?



