Perrin Buford Triple-Double, Pelita Jaya Hapus Kutukan di PJ Arena
Baca dalam 60 detik
- Pelita Jaya menang 93-79 atas Dewa United di Game 2 semifinal IBL, menyamakan kedudukan 1-1.
- Perrin Buford mencatat triple-double (28 poin, 12 rebound, 12 assist) menjadi motor kemenangan.
- Kemenangan ini memutus rekor buruk Pelita Jaya yang belum pernah menang di kandang sendiri atas Dewa United dalam dua musim terakhir.

Pelita Jaya akhirnya mematahkan kutukan yang menghantui mereka selama dua musim terakhir. Bertanding di hadapan pendukung sendiri di PJ Arena, Senin (8/6) malam, tim basket asal Jakarta itu menaklukkan Dewa United Banten dengan skor 93-79 pada Game 2 semifinal IBL GoPay 2026. Kemenangan ini tak hanya membalas kekalahan di game pertama, tetapi juga menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dalam seri best-of-five.
Bintang lapangan malam itu adalah Perrin Buford. Pemain asing Pelita Jaya mencatatkan triple-double dengan 28 poin, 12 rebound, dan 12 assist. Ia juga menambahkan tiga steal, menunjukkan kontribusi di kedua sisi lapangan. Darious Moten mendukung dengan 19 poin, sementara Jeffree Withey mencatat double-double (12 poin, 10 rebound). Dari bangku cadangan, Andakara Prastawa Dhyaksa menyumbang 14 poin yang krusial.
Laga berjalan dramatis. Pelita Jaya sempat unggul hingga 17 poin di babak pertama, namun kehilangan fokus akibat turnover dan pelanggaran. Dewa United berbalik memimpin 44-41 saat turun minum. Namun, kuarter ketiga menjadi titik balik. Pelita Jaya tampil agresif dengan mencetak 30 poin, sementara pertahanan mereka hanya mengizinkan 14 poin bagi tim tamu. Keunggulan 71-58 memasuki kuarter keempat tak pernah terkejar.
Kemenangan ini memiliki makna lebih dari sekadar angka. Sejak dua musim lalu, Pelita Jaya tak pernah menang atas Dewa United di PJ Arena dalam empat pertemuan. Rekor buruk itu akhirnya terhapus. "Yang pasti kami bersyukur bisa meraih kemenangan di Game 2. Sekarang waktunya recovery dulu, dan melihat apa yang harus diperbaiki dari pertandingan tadi," ujar Andakara Prastawa Dhyaksa seusai laga.
Di sisi lain, Dewa United harus mengevaluasi beberapa kelemahan. Selain kalah rebound dan kebobolan banyak poin di paint, akurasi tembakan mereka juga buruk. Troy Gillenwater memimpin dengan 23 poin, disusul Dio Tirta Saputra (13), Donell Cooper II (12), dan Joshua Ibarra (12 poin, 13 rebound). Namun, kontribusi pemain lain kurang maksimal.
Seri semifinal kini semakin menarik. Game 3 dan 4 akan digelar di kandang Dewa United, Banten, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk kembali unggul. Namun, Pelita Jaya datang dengan momentum positif setelah mematahkan kutukan. Pertanyaan besarnya: mampukah Dewa United memanfaatkan keuntungan kandang, atau justru Pelita Jaya yang akan merebut kemenangan beruntun?



