FIFA Akui Kesalahan Sistem, 60 Pembeli Tiket Piala Dunia Dapat Tiket Gratis
Baca dalam 60 detik
- FIFA mengakui kesalahan teknis pada situs penjualan tiket Piala Dunia 2026 yang menyebabkan 60 penggemar mendapatkan tiket tanpa biaya.
- Tiket yang diterbitkan secara keliru tersebut telah dibatalkan, dan para pembeli diberi waktu tujuh hari untuk membayar harga penuh atau kehilangan akses.
- Insiden ini menambah daftar masalah tiket yang dihadapi FIFA, termasuk investigasi jaksa agung New York dan New Jersey terkait praktik penetapan harga.

FIFA secara resmi mengakui adanya kesalahan pada sistem pemesanan tiket Piala Dunia 2026 yang mengakibatkan sekitar 60 penggemar memperoleh tiket pertandingan secara gratis. Badan sepak bola dunia itu langsung membatalkan tiket yang diterbitkan dengan harga tidak sesuai dan memberikan kesempatan kepada para pembeli untuk membeli ulang tiket tersebut dengan harga penuh.
Dalam pernyataan resminya, FIFA mengonfirmasi bahwa para penggemar yang terdampak telah menerima pemberitahuan pada Rabu, 3 Juni, terkait tiket yang dialokasikan tanpa biaya akibat masalah pembayaran sebelumnya selama proses checkout. FIFA menyatakan menyesali ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Akun media sosial Ticket Talk Network, yang kerap menyoroti kesalahan tiket, membagikan surat yang mengonfirmasi bahwa para penggemar memiliki waktu tujuh hari untuk membayar tiket sebelum tiket tersebut dihapus dari akun mereka.
Tiket yang terdampak diketahui merupakan tiket untuk pertandingan babak grup yang berlangsung di Toronto, salah satu dari 16 kota tuan rumah Piala Dunia 2026. Turnamen yang digelar di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko ini akan dimulai pada Kamis, 11 Juni. Insiden ini menjadi masalah tiket terbaru yang dihadapi FIFA, yang sebelumnya berjanji bahwa seluruh tiket akan habis terjual, namun kenyataannya masih ada kursi tersedia kurang dari seminggu sebelum turnamen dimulai.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya sorotan terhadap praktik penjualan tiket FIFA. Pekan lalu, jaksa agung New York dan New Jersey memulai investigasi terhadap praktik tiket FIFA setelah muncul tuduhan bahwa FIFA secara artifisial menaikkan harga dan menyesatkan penggemar. FIFA menggunakan proses yang disebut 'variable pricing' untuk penjualan tiket, yang memungkinkan harga tiket disesuaikan sepanjang fase penjualan berdasarkan permintaan dan ketersediaan. Periode penjualan terbuka terakhir FIFA dimulai pada April, dan FIFA saat itu menyatakan bahwa lebih banyak tiket dapat dirilis hingga saat kick-off.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat membeli tiket secara daring, terutama untuk ajang sebesar Piala Dunia. Meskipun tidak ada dampak langsung bagi konsumen Indonesia, praktik penetapan harga dinamis dan kesalahan sistem seperti ini berpotensi memengaruhi aksesibilitas tiket bagi penggemar internasional, termasuk dari Indonesia. Dengan banyaknya penggemar Indonesia yang diperkirakan akan bepergian ke Amerika Utara untuk menyaksikan Piala Dunia, transparansi dan keadilan dalam penjualan tiket menjadi isu krusial.
Ke depan, FIFA perlu memastikan bahwa sistem penjualan tiketnya berjalan andal dan adil, terutama setelah serangkaian masalah yang mencoreng citra turnamen. Pertanyaan yang muncul adalah apakah FIFA akan mampu mengatasi kekurangan tiket dan kritik harga hanya beberapa hari sebelum turnamen dimulai, atau justru akan menghadapi lebih banyak kontroversi yang dapat mengurangi kepercayaan penggemar global.



