Newcastle Incar Gelandang Barcelona, Crystal Palace Sudah Ajukan Tawaran
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United membuka negosiasi dengan Barcelona untuk merekrut Marc Casado, gelandang muda yang juga diburu Crystal Palace dan AS Monaco.
- Gelandang berusia 22 tahun itu minim menit bermain di Barcelona musim ini, meski sempat dipuji pelatih Hansi Flick sebagai produk La Masia yang luar biasa.
- Potensi kepergian Sandro Tonali ke Manchester United atau City membuat Newcastle perlu mencari pengganti di lini tengah, dengan Casado sebagai salah satu opsi.
Newcastle United dikabarkan telah memulai pembicaraan dengan Barcelona untuk merekrut Marc Casado, gelandang muda yang juga menjadi target Crystal Palace dan AS Monaco. Langkah ini diambil The Magpies setelah kehilangan Anthony Gordon ke Barcelona dan menghadapi ketidakpastian masa depan Sandro Tonali.
Menurut laporan TEAMtalk, Crystal Palace telah mengajukan tawaran senilai £22 juta untuk Casado, namun AS Monaco kini memimpin perburuan dengan bidikan harga di atas £20 juta. Newcastle, yang gagal lolos ke kompetisi Eropa musim depan, harus bersaing ketat untuk mendapatkan tanda tangan pemain berusia 22 tahun tersebut.
Casado, yang merupakan lulusan akademi La Masia, hanya menjadi pemain pelapis di bawah asuhan Hansi Flick sepanjang musim 2025/26. Meski demikian, Flick pernah memujinya sebagai pemain "luar biasa" yang sangat baik dalam bertahan dan menguasai bola. Statistik membuktikan: Casado rata-rata mencatat 75 operan akurat per 90 menit di La Liga, angka yang jauh melampaui pemain Newcastle mana pun di Premier League.
Kepergian Gordon ke Barcelona telah mendorong Newcastle untuk mencari pemain sayap kiri baru, dengan Victor Munoz (Osasuna) dan Said El Mala (FC Koln) menjadi target. Namun, kebutuhan di lini tengah juga mendesak menyusul rumor kepindahan Tonali. Manchester City dan Manchester United dikabarkan siap mengajukan tawaran untuk gelandang Italia tersebut. Jika Tonali hengkang, Newcastle harus segera mendatangkan pengganti yang siap bersaing di Premier League.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Newcastle ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Premier League mulai melirik pemain muda Barcelona yang belum menjadi starter tetap. Casado, yang baru dua kali membela timnas Spanyol, bisa menjadi contoh bagaimana pemain akademi La Masia tetap bernilai tinggi meski jarang bermain di tim utama. Jika Casado pindah ke Premier League, ia akan bergabung dengan deretan pemain Spanyol lain yang sukses di Inggris, seperti Rodri atau David Silva.
Namun, ada keraguan apakah Casado siap menjadi pengganti langsung Tonali. Pengalamannya yang terbatas sebagai starter di Barcelona membuatnya mungkin membutuhkan waktu adaptasi. Newcastle, yang musim depan tidak bermain di Eropa, bisa memberinya menit bermain reguler—sesuatu yang diinginkan Casado. Keputusan akhir ada di tangan pemain: bergabung dengan proyek ambisius Newcastle, bersaing di Palace, atau pindah ke Monaco yang menawarkan sepak bola Eropa.
Dengan bursa transfer musim panas yang masih panjang, saga Marc Casado akan menjadi salah satu cerita menarik. Akankah Newcastle berhasil merebut gelandang muda Barcelona ini, atau justru kehilangan Tonali tanpa mendapatkan pengganti yang setara? Jawabannya akan menentukan arah kebijakan transfer The Magpies di bawah kepemilikan PIF.



