Martin O'Neill Resmi Lanjut di Celtic: Rekrutmen Musim Panas Jadi Ujian Berat
Baca dalam 60 detik
- Celtic mengonfirmasi perpanjangan kontrak Martin O'Neill selama satu musim setelah sukses meraih double di akhir musim.
- Klub menghadapi potensi kepergian lebih dari sepuluh pemain utama, termasuk Daizen Maeda dan Callum McGregor, yang membutuhkan perombakan besar-besaran.
- Kesalahan rekrutmen musim lalu, terutama di lini depan, menjadi pelajaran berharga yang harus diperbaiki O'Neill dan manajemen.

Martin O'Neill resmi ditunjuk sebagai manajer tetap Celtic dengan kontrak berdurasi satu tahun, sebuah keputusan yang dinilai sebagai langkah logis oleh mantan kapten klub, Paul Lambert. O'Neill, yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih interim dua kali, berhasil membawa Celtic meraih gelar ganda liga dan piala musim lalu. Meski pengumuman resmi belum dirilis, sumber internal menyebutkan bahwa manajemen memilih stabilitas di tengah tekanan untuk menghindari kekacauan yang sempat melanda klub pada awal musim sebelumnya.
Lambert, yang kini menjadi pengamat, menyebut penunjukan O'Neill sebagai "keputusan tanpa pikir panjang". Menurutnya, O'Neill memahami budaya kemenangan yang melekat di Celtic. "Celtic bukan klub pengembangan pemain. Ini klub yang harus menang, dan tidak ada yang lebih baik dari O'Neill untuk itu," ujarnya kepada BBC Scotland. Namun, tantangan besar menanti: Celtic harus melalui jendela transfer musim panas yang krusial untuk mempertahankan performa.
Musim panas ini diprediksi menjadi salah satu periode perombakan skuad terbesar sejak era Ange Postecoglou pada 2021. Tidak kurang dari sepuluh pemain inti dilaporkan akan hengkang. Kiper Kasper Schmeichel telah pensiun karena cedera bahu serius, sementara Alex Oxlade-Chamberlain dan Kelechi Iheanacho habis kontrak. Enam pemain pinjaman, termasuk Marcelo Saracchi dan Julian Araujo, juga kembali ke klub induk. Situasi ini memaksa Celtic bergerak cepat agar tidak kehilangan daya saing.
Nama Daizen Maeda menjadi sorotan utama. Penyerang Jepang itu, yang menjadi motor kebangkitan Celtic di bawah O'Neill, memasuki tahun terakhir kontraknya dan menginginkan tantangan baru setelah transfernya diblokir musim panas lalu. O'Neill sendiri mengakui bahwa final Piala Skotlandia melawan Dunfermline kemungkinan menjadi laga terakhir Maeda. Selain itu, Reo Hatate dikaitkan dengan kepindahan, sementara Arne Engels—yang ditolak tawaran £25 juta pada Januari—kembali menjadi incaran klub lain. Kapten Callum McGregor pun belum memberikan kepastian; ia menuntut klub menunjukkan ambisi yang sejalan dengan keinginannya untuk terus bersaing di level tertinggi.
Kesalahan rekrutmen musim lalu menjadi bayang-bayang yang harus dihindari. Pada jendela transfer musim panas sebelumnya, Celtic terlambat bergerak sehingga pemain anyar baru tiba setelah mereka tersingkir dari kualifikasi Liga Champions. Michel-Ange Balikwisha, yang didatangkan dengan biaya besar, gagal memberikan dampak. Ketidakseimbangan skuad, terutama di lini depan, memicu kemarahan suporter. O'Neill, yang kembali sebagai pelatih interim setelah pemecatan Wilfried Nancy, juga kecewa karena pemain pinjaman di Januari tidak ada yang tampil setelah fase split. Lambert percaya O'Neill akan memiliki kendali penuh atas rekrutmen musim ini. "Apa yang terjadi tahun lalu memberi mereka pelajaran berharga. Saya yakin O'Neill akan menentukan pemain yang masuk," katanya.
Prioritas utama jelas: memperkuat lini serang. Celtic belum memiliki pengganti yang setara dengan Kyogo Furuhashi sebagai ujung tombak utama, sementara Jota masih dibekap cedera panjang. Penurunan produktivitas gol—dari 112 menjadi 73 gol dalam semusim—menjadi alarm. O'Neill bisa menengok ke belakang, ke musim panas 2000, ketika ia mendatangkan Chris Sutton, Joos Valgaeren, dan Alan Thompson dalam satu jendela transfer. Kesuksesan itu menjadi cetak biru yang ingin diulang. Jika berhasil, bukan hanya skuad yang terbentuk kembali, tetapi juga kepercayaan suporter yang sempat goyah. Pertanyaan besarnya: akankah manajemen dan O'Neill belajar dari kegagalan masa lalu, atau sejarah akan kembali terulang?



