Persis Solo Mulai Seleksi Pelatih dan Pemain Baru, Regulasi Musim Depan Masih Tanda Tanya
Baca dalam 60 detik
- Manajemen Persis Solo telah memulai penyortiran kandidat pelatih dan pemain untuk musim 2026/2027, namun masih menunggu kepastian regulasi kompetisi.
- Direktur PT Persis Solo Saestu, Ginda Ferachtriawan, menegaskan bahwa format liga dan aturan pemain asing akan sangat memengaruhi strategi rekrutmen tim.
- Persis berencana mengikuti club owners meeting dalam waktu dekat untuk menyamakan persepsi soal regulasi sebelum mengambil langkah konkret.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1197038/original/049207600_1460114628-logo_persis_solo.jpg)
Persis Solo sudah mulai bergerak menyusun kekuatan untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027, meski regulasi liga kasta kedua belum juga menemukan titik terang. Manajemen Laskar Sambernyawa telah mengerucutkan daftar kandidat pelatih dan pemain, namun langkah final masih tertahan oleh ketidakpastian aturan main yang akan diterapkan.
Direktur PT Persis Solo Saestu, Ginda Ferachtriawan, mengungkapkan bahwa regulasi menjadi faktor krusial yang membatasi gerak manajemen. "Kandidat pelatih dan pemain sudah mulai disortir. Daftarnya juga mulai mengerucut. Tapi jangan lupa soal regulasi dan ketentuan liga yang akan datang," ujarnya. Ginda menambahkan, format kompetisi—apakah akan menggunakan sistem dua grup (Barat dan Timur) seperti musim lalu—belum diputuskan, dan hal itu akan menentukan strategi rekrutmen.
Persis tidak ingin tergesa-gesa dalam menentukan juru taktik baru, meskipun waktu terus berjalan. Tim analis dan scouting telah ditugaskan untuk memetakan calon potensial, baik dari dalam maupun luar negeri. "Kami inginnya mencari yang pasti-pasti, tapi tim lain sudah mulai bergerak. Soal pelatih, kami mau buru-buru mendapatkannya, tetapi juga tidak ingin gegabah," kata Ginda. Ia menekankan bahwa keputusan akhir akan sangat bergantung pada regulasi yang ditetapkan, termasuk kuota pemain asing dan jumlah pemain muda yang wajib didaftarkan.
Ginda menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara paralel dengan persiapan regulasi. "Semua pemain dan pelatih akan kami lihat, memungkinkan atau tidak, kami akan lihat regulasinya seperti apa. Tapi tim analis dan scouting akan mengantisipasi semua regulasi yang ada. Kami bergerak terus," tegasnya. Langkah ini menunjukkan keseriusan Persis untuk tidak tertinggal dari klub lain yang sudah lebih dulu bergerak di bursa transfer.
Konteks domestik, persaingan di kasta kedua sepak bola Indonesia semakin ketat. Beberapa klub telah mengumumkan perekrutan pemain dan pelatih baru, sementara Persis masih menahan diri. Ketidakpastian regulasi kerap menjadi momok bagi klub-klub Liga 2, terutama terkait anggaran dan perencanaan jangka panjang. Jika regulasi berubah drastis, strategi yang sudah disusun bisa jadi sia-sia.
Ke depan, Persis berharap club owners meeting dapat memberikan kejelasan. "Setelah ini akan ada owner meeting untuk menyamakan persepsi tentang regulasi ke depan," ujar Ginda. Pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan semua pihak, termasuk soal pembagian grup, kuota pemain asing, dan aturan pemain U-23. Tanpa kepastian, Persis dan klub lainnya akan terus berjalan di tempat, sementara waktu persiapan semakin menipis.



