Oyarzabal Siap Debut Piala Dunia: Keyakinan Spanyol Berakar pada Kerendahan Hati
Baca dalam 60 detik
- Mikel Oyarzabal, pencetak gol kemenangan Spanyol di EURO 2024, akan menjalani debut Piala Dunia 2026 setelah absen karena cedera pada edisi sebelumnya.
- Pemain Real Sociedad itu menekankan pentingnya kepercayaan diri yang rendah hati dan kebersamaan tim sebagai kunci sukses La Roja.
- Hubungan panjang dengan pelatih Luis de la Fuente menjadi fondasi mentalitas Spanyol yang siap bersaing di turnamen global.
Mikel Oyarzabal, penyerang andalan Spanyol yang mencetak gol penentu gelar EURO 2024, mengaku siap menjalani debut Piala Dunia pertamanya pada 2026 setelah absen di edisi sebelumnya karena cedera. Dalam wawancara eksklusif dengan FIFA, pemain Real Sociedad itu menyebut kepercayaan diri yang tumbuh dari menit bermain reguler dan kedekatan dengan pelatih Luis de la Fuente sebagai modal utama La Roja.
Oyarzabal, yang telah bekerja dengan de la Fuente selama lebih dari satu dekade, menjadi salah satu pemain paling dipercaya sang pelatih. Dalam 18 bulan terakhir, ia telah mencetak 11 gol untuk tim nasional. Meski statistiknya impresif, ia tetap rendah hati. "Kami tidak merasa lebih baik dari siapa pun. Kami berpijak di tanah, tetapi percaya pada diri sendiri," ujarnya, mengutip pesan yang selalu ditekankan de la Fuente.
Kunci sukses Spanyol di EURO 2024, menurut Oyarzabal, terletak pada kebersamaan dan kontribusi semua pemain, baik starter maupun pengganti. Ia mengingat momen saat masuk sebagai pemain pengganti di final dan memberikan yang terbaik. "Saya melakukan apa yang diminta. Kenangan itu lebih dari sekadar kemenangan; keluarga dan teman-teman ada di sana, dan atmosfer tim selama 45 hari membuka jalan untuk kesuksesan selanjutnya," katanya.
Bagi Oyarzabal, kehadiran de la Fuente sangat penting, terutama saat ia pertama kali dipanggil timnas di usia muda. "Memiliki seseorang yang mudah didekati dan menginspirasi kepercayaan sangat penting. Kesuksesannya adalah kebahagiaan kami juga," ungkapnya. Hubungan di luar lapangan pun terjalin baik, dan ia berharap kerja sama ini berlangsung bertahun-tahun.
Menghadapi Piala Dunia 2026, Spanyol datang dengan skuad yang memadukan bintang dan pemain pekerja keras. Oyarzabal menekankan pendekatan bertahap: "Kami harus melewati fase pertama dulu. Satu kesalahan bisa berakibat fatal, meskipun format turnamen sedikit lebih longgar." Ia juga mengingat kenangan Piala Dunia 2010 yang membekas kuat karena Spanyol menjadi juara dan ia sudah lebih dewasa.
Dari sudut pandang Indonesia, keberhasilan Spanyol di bawah de la Fuente bisa menjadi pelajaran bagi pengembangan sepak bola nasional. Konsistensi pembinaan pelatih dan kepercayaan jangka panjang kepada pemain muda adalah elemen yang sering luput dari perhatian. Jika Indonesia ingin bersaing di level Asia, stabilitas seperti yang ditunjukkan Spanyol patut ditiru.
Oyarzabal menutup dengan keyakinan bahwa tim lebih penting dari individu. "Hanya dengan terlibat sudah merupakan pencapaian luar biasa. Tapi kesuksesan tim jauh lebih berarti. Aku akan memilih itu seribu kali lipat," tegasnya. Pertanyaan besarnya: mampukah Spanyol mengulang kejayaan EURO di panggung Piala Dunia?



