Persija Resmi Lepas Allano Lima: Kontribusi Besar, Namun Emosi Jadi Catatan
Baca dalam 60 detik
- Persija Jakarta mengumumkan perpisahan dengan Allano Lima setelah satu musim, meski pemain berusia 31 tahun itu ingin bertahan.
- Allano mencatat sembilan gol dan sembilan assist, tetapi juga menjadi pemilik kartu kuning terbanyak kedua di liga dengan 14 kartu.
- Keputusan ini menimbulkan tanda tanya besar soal arah kebijakan skuad Macan Kemayoran menghadapi musim depan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5322086/original/058368400_1755689960-Persija_Jakarta_vs_Persita_Tangerang-03.jpg)
Persija Jakarta secara resmi melepas Allano Lima, pemain sayap asal Brasil yang menjadi salah satu pilar penting musim lalu, meskipun sang pemain mengaku ingin melanjutkan kariernya di klub ibu kota. Pengumuman itu disampaikan melalui akun Instagram resmi klub pada Kamis (5/6/2026), menandai berakhirnya kebersamaan yang hanya berlangsung semusim.
Dalam pernyataannya, Persija mengapresiasi kontribusi Allano yang membawa tim finis di peringkat ketiga BRI Super League 2025/2026. Pemain berusia 31 tahun itu mencatatkan sembilan gol dan sembilan assist sepanjang musim, menjadikannya salah satu pemain paling produktif di lini depan. Namun, di balik statistik impresif tersebut, terdapat catatan disiplin yang kurang memuaskan: Allano mengoleksi 14 kartu kuning, hanya terpaut satu kartu dari pemain Dewa United, Ricky Kambuaya, yang memimpin daftar pemain paling banyak menerima kartu kuning.
Keputusan melepas Allano terbilang mengejutkan mengingat perannya yang krusial di lapangan. Ia sering menjadi pembeda dalam situasi sulit, namun sisi emosionalnya kerap menjadi bumerang. Unggahan Persija bertuliskan, "Tak semua perjalanan berakhir dengan indah, tetapi kontribusinya akan selalu tinggal di hati kita semua," mengindikasikan bahwa ada pertimbangan non-teknis di balik perpisahan ini.
Allano sendiri telah lebih dulu menyampaikan salam perpisahan yang mengharukan melalui media sosial. Ia mengaku sedih karena tidak bisa melanjutkan perjalanan bersama Persija, meski keinginan terbesarnya adalah bertahan. "Keputusan akhir bukan berada di tangan saya," ujarnya, menimbulkan spekulasi bahwa faktor manajemen atau strategi klub menjadi penyebab utama.
Bagi Persija, kehilangan Allano berarti harus mencari pengganti yang mampu menyumbang gol dan assist dalam jumlah signifikan. Di sisi lain, klub juga perlu mempertimbangkan aspek kedisiplinan pemain agar tidak mengganggu performa tim. Musim depan akan menjadi ujian bagi Macan Kemayoran untuk membuktikan bahwa keputusan ini adalah langkah yang tepat demi kemajuan jangka panjang.



