Tommy Welly: Fleksibilitas Herdman Kunci Timnas Indonesia Tekuk Oman dan Mozambik
Baca dalam 60 detik
- Pengamat sepak bola Tommy Welly menilai John Herdman mampu membawa Timnas Indonesia meraih hasil positif melawan Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026.
- Menurut Towel, fleksibilitas taktik Herdman, termasuk mengatasi minimnya striker murni, menjadi modal utama meski peringkat FIFA Indonesia lebih rendah.
- Ia memprediksi peluang Indonesia menang 55-60 persen, dengan catatan laga melawan Oman akan menjadi ujian berat tanpa Jay Idzes yang cedera.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536846/original/022230100_1774345548-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-10.jpg)
Keyakinan terhadap kemampuan John Herdman membawa Timnas Indonesia meraih hasil positif di dua laga FIFA Matchday Juni 2026 terus menguat. Pengamat sepak bola Tommy Welly, yang akrab disapa Towel, menjadi salah satu figur yang optimistis Skuad Garuda bisa menaklukkan Oman dan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Jadwal padat menanti Indonesia: menjamu Oman pada Jumat (5/6/2026) dan empat hari kemudian berhadapan dengan Mozambik. Dari sisi peringkat FIFA, kedua lawan masih unggul—Oman di posisi 79, Mozambik di peringkat 101, sementara Indonesia tertahan di peringkat 122. Namun, Towel menilai pilihan lawan kali ini realistis dan memberi peluang perbaikan peringkat jika mampu mencuri poin.
“Satu, pilihan lawan realistis. Lawan yang akan menguji, tapi juga bisa membuat pencapaian tujuan timnas tercapai, misalnya perolehan poin untuk FIFA ranking. Yang kedua, di Juni ini orientasi tim-tim besarnya mayoritas Piala Dunia,” ujar Towel. Ia menambahkan, laga kandang juga memberikan potensi ekonomi untuk modal agenda berikutnya.
Towel mendasarkan optimismenya pada performa Herdman di FIFA Series Maret lalu. Meski gagal di final melawan Bulgaria, posisi runner-up dianggap cukup menjanjikan. Yang paling menarik perhatian Towel adalah fleksibilitas taktik Herdman, terutama dalam mengatasi minimnya striker nomor 9.
“Dia bukan mengingkari bahwa kita kekurangan striker nomor 9. Dia mengakui itu. Cuma, rupanya dia punya pemikiran lain—kita harus bikin pemain lain semua berani bikin gol, tidak bertumpu kepada nomor 9,” kata Towel. Ia mencontohkan, Herdman kerap mengubah formasi, dari tiga bek menjadi empat bek, serta memposisikan Rizki Ridho lebih ke kanan. “Fleksibilitasnya enak kelihatan,” imbuhnya.
Menyoal peluang, Towel membandingkan performa Oman di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Oman tersingkir di putaran keempat, sama seperti Indonesia. “Kita bisalah 60/40, 55/45 presentasinya. Positioning kemarin di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, kita pun sama di putaran keempat,” jelasnya. Ia merujuk hasil Oman yang kalah 1-2 dari Arab Saudi, imbang dengan Qatar, dan kalah 1-2 dari Uni Emirat Arab. “Nanti game yang ramai, game yang akan menguji John Herdman, dan tanpa Jay Idzes karena cedera,” tambahnya.
Untuk laga melawan Mozambik, Towel yakin Indonesia bisa menang. “Ada beberapa pemain mereka yang main di Eropa, tapi sedikit. Ada yang main di Sunderland, tapi enggak menonjol,” ujarnya.
Towel juga menegaskan bahwa komentarnya tidak dimaksudkan untuk membandingkan Herdman dengan pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong atau Patrick Kluivert. “Fokus saya pada farewell-nya. Sepak bola pada akhirnya memberikan sukacita pada banyak orang. Terlepas dari hasil, ‘terima kasih kamu memberikan sepak bola yang akhirnya kami lihat banyak kegembiraan’,” tuturnya.
Dengan absennya Jay Idzes, lini belakang Indonesia harus bekerja ekstra. Pertanyaan besarnya: mampukah Herdman meracik strategi yang tepat untuk mengatasi dua lawan dengan peringkat di atas Indonesia, sekaligus menjaga asa perbaikan peringkat FIFA?



