Mantan Striker Skotlandia Alan Brazil Selamat dari Operasi Transplantasi Hati: Jantung Sempat Berhenti
Baca dalam 60 detik
- Alan Brazil, mantan striker timnas Skotlandia, menjalani transplantasi hati yang nyaris merenggut nyawanya setelah jantung berhenti berdetak selama operasi.
- Pria 66 tahun yang kini menjadi penyiar itu mengaku sangat beruntung bisa selamat berkat tim medis Addenbrooke's Hospital.
- Brazil optimistis bisa kembali ke dunia broadcasting dalam beberapa pekan ke depan setelah masa pemulihan.

Alan Brazil, mantan striker timnas Skotlandia yang juga pernah membela Ipswich Town, Manchester United, dan Tottenham Hotspur, mengaku sangat beruntung masih hidup setelah menjalani transplantasi hati. Dalam prosedur yang berlangsung sekitar delapan jam itu, jantungnya sempat berhenti berdetak sebelum kembali normal dengan sendirinya.
Pria berusia 66 tahun yang kini bekerja sebagai penyiar olahraga itu menceritakan pengalaman dramatisnya kepada Talksport. Ia mengaku telah lama menjalani serangkaian pemeriksaan dan konsultasi dengan berbagai spesialis sebelum akhirnya diputuskan bahwa transplantasi hati adalah satu-satunya jalan. "Saya selesai bekerja pukul 09.45, dan pukul 10.00 saya harus menelepon Addenbrooke's Hospital. Mereka menyuruh saya segera datang," kenang Brazil.
Pada pukul 14.30 hari yang sama, Brazil sudah berada di meja operasi. "Mereka membedah saya dan melakukan transplantasi hati. Jantung saya berhenti beberapa saat, lalu kembali berdetak sendiri. Sejujurnya, saya sangat, sangat beruntung masih di sini," ujarnya.
Brazil mengaku bersyukur atas keselamatannya dan memuji tim medis yang menanganinya. "Saya kena, tapi syukurlah, orang-orang di Addenbrooke's Hospital telah menyelamatkan hidup saya. Saya sedang dalam masa pemulihan. Belum sepenuhnya pulih, tapi saya semakin membaik," katanya.
Karier sepak bola Brazil cukup gemilang di era 1980-an. Ia memulai karier profesionalnya di Ipswich Town, kemudian pindah ke Manchester United pada 1982, lalu ke Tottenham Hotspur, dan sempat bermain di klub Skotlandia, Celtic. Setelah pensiun, ia beralih profesi menjadi penyiar radio dan televisi, menjadi salah satu suara yang akrab di telinga pecinta sepak bola Inggris.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, kisah Brazil menjadi pengingat akan risiko kesehatan yang mengintai para atlet purnabakti. Transplantasi hati merupakan prosedur besar yang memerlukan kesiapan fisik dan mental, serta dukungan medis yang mumpuni. Di Indonesia, kesadaran akan donor organ masih perlu ditingkatkan, mengingat banyak pasien yang harus menunggu lama untuk mendapatkan donor yang cocok.
Brazil berharap bisa kembali ke dunia broadcasting dalam beberapa pekan mendatang. "Saya masih dalam proses pemulihan, tapi saya optimistis bisa segera kembali bekerja," pungkasnya. Pertanyaannya, apakah ia akan kembali dengan gaya khasnya yang ceplas-ceplos di siaran pagi? Publik sepak bola tentu menantikan kehadirannya kembali.



