PSIS Semarang Gaet Legenda Hidup: Hari Nur Yulianto Kembali untuk Misikan Promosi
Baca dalam 60 detik
- PSIS Semarang resmi merekrut kembali Hari Nur Yulianto, top skor sepanjang masa klub dengan 69 gol, untuk musim 2026/2027.
- Kepulangan striker berusia 36 tahun itu menjadi sinyal keseriusan manajemen mengejar tiket promosi ke Liga Super Indonesia.
- Hari Nur diharapkan menjadi katalisator semangat tim berkat pengalaman dan rekam jejak heroiknya, termasuk hattrick penentu promosi 2017.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7738358/original/097041700_1780545040-HNY.jpg)
PSIS Semarang memanggil pulang legenda hidup mereka. Hari Nur Yulianto, pencetak gol terbanyak sepanjang masa Mahesa Jenar, resmi berseragam biru putih lagi untuk mengarungi musim 2026/2027. Langkah ini bukan sekadar nostalgia, melainkan pernyataan ambisi: promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Striker asal Kendal, Jawa Tengah, itu sebelumnya berpisah dengan PSIS pada pertengahan 2023. Ia sempat membela Malut United dan terakhir memperkuat PSPS Riau di kasta kedua. Bersama PSPS, Hari Nur menorehkan empat gol dari 20 penampilan di Pegadaian Championship 2025/2026. Kini, di usia 36 tahun, ia kembali ke rumah yang membesarkan namanya.
Asisten Manajer PSIS Semarang, Moch Reza Handhika, menegaskan bahwa perekrutan ini merupakan bukti keseriusan manajemen. “Kami mendatangkan Hari Nur Yulianto untuk musim depan. Ini menjadi salah satu bukti keseriusan manajemen dalam membawa PSIS kembali bersaing dan mewujudkan target promosi ke Super League musim depan,” ujarnya. Target promosi bukan isapan jempol belaka; PSIS saat ini berkompetisi di Liga 2 dan butuh dorongan ekstra untuk kembali ke papan atas.
Keputusan memulangkan Hari Nur bukan tanpa pertimbangan. Selain rekornya yang mentereng, ia memiliki kedekatan emosional dengan klub dan suporter. “Dengan pengalaman, karakter, dan kedekatan dengan klub, Hari Nur Yulianto diharapkan menjadi pemantik semangat baru bagi skuad maupun suporter Laskar Mahesa Jenar,” kata Reza. Di usianya yang tidak muda lagi, Hari Nur diharapkan menjadi mentor bagi lini depan muda PSIS sekaligus menjadi ujung tombak yang haus gol.
Karier Hari Nur di PSIS dimulai pada 2013, setelah sebelumnya memperkuat Persibangga Purbalingga dan PSCS Cilacap. Selama satu dekade, ia menjelma menjadi ikon klub. Puncaknya terjadi pada 2017, ketika ia mencetak hattrick di laga perebutan tempat ketiga Liga 2 yang memastikan PSIS promosi ke Liga 1. Momen itu masih membekas di hati suporter. Kini, dengan pengalaman serupa, ia diharapkan bisa mengulang sukses tersebut.
Bagi PSIS, langkah ini juga menjadi sinyal bagi kompetitor bahwa mereka serius menatap musim depan. Dengan fondasi yang sudah dibangun, kehadiran pemain bermental juara seperti Hari Nur bisa menjadi pembeda. Pertanyaannya, mampukah sang legenda mengulang magisnya di usia senja? Atau justru ini akan menjadi babak akhir yang manis bagi karier gemilangnya? Hanya musim depan yang akan menjawab.



