Jos Buttler Pamer Ketajaman, Manchester Super Giants Hancurkan Birmingham Phoenix
Baca dalam 60 detik
- Jos Buttler mencetak 90 run dari 50 bola untuk membawa Manchester Super Giants menang telak 87 run atas Birmingham Phoenix.
- Phoenix tumbang setelah hanya mampu mengumpulkan 100 run akibat kegagalan awal yang diperparah oleh tekanan dari lini bowler Super Giants.
- Kemenangan ini mempertahankan rekor sempurna Super Giants di The Hundred, sekaligus menegaskan kebangkitan performa Buttler setelah skor 131 melawan India.

Jos Buttler kembali menunjukkan tajinya dengan pukulan agresif 90 run dari 50 bola, mengantarkan Manchester Super Giants menghancurkan Birmingham Phoenix dengan selisih 87 run dalam lanjutan turnamen The Hundred di Old Trafford, Minggu (11/8). Penampilan gemilang itu tidak hanya mempertahankan rekor sempurna Super Giants di dua pertandingan pertama, tetapi juga menandai kelanjutan dari kebangkitan performa pemain berusia 35 tahun tersebut setelah sebelumnya mencatat skor 131 melawan India dalam pertandingan T20.
Buttler, yang turun sebagai pembuka, menjadi bintang utama dengan memukul tujuh four dan lima six dalam 50 bola. Meskipun rekan setimnya, Tim Seifert dan kapten Aiden Markram, tumbang lebih awal, Buttler tetap tenang mengawali innings dengan kombinasi pukulan keras dan sentuhan halus. Ia mencapai half-century dalam 31 bola, lalu terus memacu tempo hingga akhirnya keluar pada bola ke-97. Dukungan dari Tom Moores yang mencetak 39 run tidak terkalahkan dari 17 bola semakin memperkuat total Super Giants menjadi 187-5โtotal tertinggi kedua di Old Trafford sepanjang sejarah The Hundred.
Namun, kegagalan Phoenix sudah terlihat sejak awal respons mereka. Josh Tongue menghancurkan dua wicket berturut-turut, menyingkirkan Will Smeed dan Rehan Ahmed tanpa sempat mengembangkan skor. Joe Clarke dan Laurie Evans juga segera pulang, membuat Phoenix terpuruk di 43-4. Kapten Donovan Ferreira menjadi top skor dengan 23 run, tetapi tidak mampu menyelamatkan timnya dari kekalahan pertama di turnamen. Liam Dawson turut berkontribusi dengan 3-15, memastikan Phoenix hanya mampu bertahan 97 bola sebelum all out 100.
Pertandingan yang sempat tertunda 30 menit akibat hujan ini akhirnya berjalan dengan penuh antusiasme dari penonton yang sudah menanti sejak pertandingan wanita dibatalkan. Kemenangan ini menunjukkan dominasi Super Giants di kandang, sekaligus menjadi tamparan bagi Phoenix yang sebelumnya menang di laga pertama. Sementara itu, bagi Indonesia, turnamen The Hundred yang inovatif dengan format 100 bola ini bisa menjadi inspirasi bagi perkembangan kriket di Tanah Air. Federasi Kriket Indonesia (FKI) dapat mempelajari adaptasi format singkat yang menarik minat penonton milenial, meskipun popularitas kriket di Indonesia masih perlu ditingkatkan melalui promosi dan infrastruktur dasar.
Ke depan, Super Giants akan menghadapi tantangan lebih berat saat bertemu dengan tim-tim unggulan lainnya. Sementara Phoenix harus segera membenahi lini awal mereka agar tidak kembali terperosok. Bisakah Buttler mempertahankan performa supernya sepanjang turnamen? Atau justru Phoenix bangkit dengan strategi baru? Turnamen The Hundred musim ini masih menyisakan banyak kejutan.



