Viral di YouTube Kala Kecil, Wan Kuzain Akhirnya Debut untuk Timnas Malaysia di Piala AFF
Baca dalam 60 detik
- Wan Kuzain, pemain kelahiran AS, menjalani debut bersama timnas Malaysia di Piala AFF setelah dikenal lewat video YouTube masa kecil.
- Perjalanan kariernya dimulai dari akademi St. Louis Scott Gallagher hingga mencetak gol di MLS, berkat dukungan orang tua yang rela menempuh perjalanan jauh.
- Kehadirannya diharapkan membawa mentalitas baru bagi skuad Harimau Malaya yang berambisi merebut gelar kedua setelah 2010.

Wan Kuzain Wan Kamal, pesepak bola diaspora Malaysia kelahiran Illinois, Amerika Serikat, akhirnya mewujudkan impiannya membela timnas senior Harimau Malaya. Pemain berusia 27 tahun itu menjalani debut sebagai pemain pengganti pada kemenangan 2-1 atas Myanmar di laga perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 di Yangon, Sabtu (26/7). Perjalanan panjang dari bocah yang videonya viral di YouTube hingga menjadi pencetak gol pertama Malaysia di Major League Soccer (MLS) kini berujung pada pengabdian untuk tanah air leluhurnya.
Karier sepak bola Wan Kuzain tak lepas dari peran keluarganya. Ayahnya, yang pernah memperkuat tim negara bagian di Malaysia, menanamkan kecintaan pada olahraga ini sejak dini. Pada usia 10 tahun, ia diterima di St. Louis Scott Gallagher Academy, salah satu akademi elit di AS. Orang tuanya rela menempuh perjalanan pulang pergi hingga tujuh jam demi mengantarnya berlatih. Pengorbanan itu membuahkan hasil saat ia bergabung dengan Sporting Kansas City dan mencetak gol perdananya di MLS pada 2018. Kini ia membela Sporting JAX di kasta kedua liga AS.
Popularitas Wan Kuzain mulai melesat setelah sang kakak, Wan Kuzak, mengunggah rekaman aksinya di YouTube. Video yang awalnya hanya untuk sanak saudara di Malaysia itu justru menyebar luas. "Kami hanya ingin menunjukkan kepada keluarga yang tidak bisa menyaksikan langsung pertandingan saya di Amerika, dan tiba-tiba videonya meledak. Hampir 20 tahun kemudian, saya akhirnya debut. Ini benar-benar mimpi yang menjadi nyata," ujarnya dalam wawancara.
Fenomena pemain diaspora seperti Wan Kuzain relevan bagi Indonesia yang juga memiliki banyak pemain keturunan di luar negeri. Keberhasilannya menembus skuad utama Malaysia menjadi contoh bagaimana federasi bisa memanfaatkan bakat yang lahir dan besar di negara lain. Jika PSSI ingin menjaring pemain diaspora potensial, pendekatan proaktif seperti yang dilakukan Malaysia—dengan memantau pemain di liga luar negeri sejak dini—bisa menjadi kunci.
Data Kunci ASEAN Hyundai Cup 2026:
- Malaysia hanya sekali juara, yakni pada 2010.
- Thailand adalah raja dengan tujuh gelar, sementara Vietnam juara bertahan.
- Turnamen edisi ke-30 ini diikuti 10 negara anggota ASEAN.
- Laga Malaysia vs Laos akan digelar di kandang pada 29 Juli.
Wan Kuzain membawa misi mengubah mentalitas tim. Terinspirasi oleh legenda golf Tiger Woods yang juga berdarah Thailand, ia mendorong rekan setimnya untuk berani bermimpi. "Di Amerika, Anda selalu diajarkan untuk berjuang. Saya ingin membawa mentalitas itu ke sini. Tidak peduli siapa lawannya, semua memulai dari nol," tegasnya. Malaysia sendiri tengah bersiap menghadapi Laos di laga kedua, dan kemenangan akan menjaga asa lolos ke semifinal.
Pertanyaan besarnya, akankah kehadiran Wan Kuzain menjadi titik balik kebangkitan Harimau Malaya? Dengan pengalaman internasional dan daya juang yang dimilikinya, ia bisa menjadi katalisator bagi generasi baru sepak bola Malaysia—dan mungkin menginspirasi diaspora di negara tetangga untuk melakukan hal serupa.



