Azam Desak Polisi Percepat Penyelidikan Tuduhan Bisnisman: 'Laporan Itu Sepenuhnya Palsu'
Baca dalam 60 detik
- Mantan ketua KPK Malaysia Azam Baki meminta polisi mempercepat penyelidikan atas laporan Albert Tei yang ditudingnya palsu dan mencemarkan nama baik.
- Polisi telah merekam keterangan Azam terkait dua kasus: pemberitaan Bloomberg soal kepemilikan saham Velocity Capital dan dugaan pemerasan oleh Tei.
- Azam berencana menggugat Tei secara perdata, sementara polisi akan merujuk berkas ke Kejaksaan Agung untuk keputusan lebih lanjut.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (MACC) Tan Sri Azam Baki mendesak kepolisian untuk mempercepat penyelidikan atas tuduhan yang dilayangkan pengusaha Albert Tei terhadap dirinya. Azam menegaskan bahwa laporan tersebut tidak berdasar dan telah mencoreng reputasinya serta lembaga antirasuah yang pernah dipimpinnya.
โSaya sudah meminta polisi untuk mempercepat penyelidikan karena laporan yang dibuat Tei terhadap saya sepenuhnya palsu,โ ujar Azam saat dihubungi media, Selasa (4/6). Menurutnya, bila ditemukan bukti yang cukup, Tei seharusnya dihadapkan ke pengadilan atas tindakannya yang mencemarkan nama baik.
Azam mengonfirmasi bahwa keterangannya telah direkam di Bukit Aman pada Selasa pagi selama dua jam. Ia mengaku memberikan kerja sama penuh kepada penyidik. Dalam perkembangan terpisah, Azam menyatakan akan menggugat Tei secara perdata dan telah menginstruksikan kuasa hukumnya untuk segera mengeluarkan somasi terkait dugaan pemerasan yang melibatkan dirinya.
Direktur Departemen Investigasi Kriminal Komisaris Datuk M. Kumar membenarkan bahwa keterangan Azam diambil berdasarkan Pasal 112 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Ia menjelaskan, pemeriksaan itu terkait dua berkas penyelidikan: pertama, publikasi artikel Bloomberg yang memuat pernyataan diduga fitnah mengenai kepemilikan saham di Velocity Capital Partner Bhd; kedua, dugaan penyalahgunaan wewenang dan pemerasan yang melibatkan Tei.
โKedua berkas penyelidikan akan dirujuk ke Kejaksaan Agung dalam waktu dekat untuk mendapatkan nasihat dan instruksi lebih lanjut,โ kata Kumar dalam pernyataan tertulis. Ia mengimbau masyarakat tidak berspekulasi yang dapat mengganggu proses penyidikan. Polisi berkomitmen menjaga transparansi dan integritas, serta tidak segan menindak siapa pun yang terbukti melanggar hukum.
Sebelumnya, polisi telah merekam dua pernyataan terkait kasus ini, yaitu dari Tei sendiri dan pengacara yang diduga menyampaikan ancaman kepada Azam. Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan tokoh antikorupsi senior dan mencuat di tengah upaya Malaysia memperkuat pemberantasan korupsi. Bagi Indonesia, kasus serupa kerap terjadi di mana pejabat atau mantan pejabat antikorupsi menghadapi tuduhan balik dari pihak yang pernah diperiksa. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang perlindungan hukum bagi aparat penegak hukum dan potensi kriminalisasi terhadap mereka yang pernah menangani kasus besar.
Ke depan, publik menanti apakah Kejaksaan Agung Malaysia akan memutuskan untuk melanjutkan kasus ini ke pengadilan atau menghentikannya karena kurang bukti. Langkah Azam yang menggugat Tei secara perdata juga akan menjadi ujian bagi sistem peradilan Malaysia dalam menyeimbangkan hak individu dan perlindungan reputasi lembaga negara.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557407/original/008674300_1776327946-IMG_0695.jpeg)


