Layvin Kurzawa Tinggalkan Persib: Kisah Lima Bulan yang Berakhir Manis
Baca dalam 60 detik
- Mantan bek PSG, Layvin Kurzawa, resmi mengakhiri masa baktinya di Persib Bandung setelah lima bulan dan sukses membawa tim juara BRI Super League 2025/2026.
- Kepergiannya diumumkan melalui media sosial, dengan nada emosional dan penuh rasa syukur kepada Bobotoh serta manajemen klub.
- Keputusan ini membuka pertanyaan tentang strategi Persib musim depan dan dampak kepergian pemain bintang terhadap daya saing tim.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486411/original/051217900_1769586166-Layvin_Marc_Kurzawa.jpg)
Layvin Kurzawa, mantan pemain Paris Saint-Germain yang sempat memperkuat Persib Bandung, memutuskan untuk meninggalkan klub setelah hanya lima bulan berseragam Maung Bandung. Keputusan ini diumumkan langsung oleh pemain asal Prancis tersebut melalui unggahan di media sosial pribadinya pada Rabu (3/6/2026), tak lama setelah Persib memastikan gelar juara BRI Super League 2025/2026.
Kedatangan Kurzawa pada awal tahun 2026 sempat menjadi sorotan besar di kancah sepak bola Indonesia. Pemain berusia 33 tahun itu dianggap sebagai salah satu rekrutan paling bergengsi dalam sejarah Liga 1, mengingat pengalamannya bermain di level tertinggi Eropa bersama PSG dan tim nasional Prancis. Namun, masa baktinya di Bandung ternyata berumur pendek. Meski demikian, kontribusinya di lapangan cukup signifikan: ia tampil dalam 18 pertandingan dan membantu Persib mengamankan gelar liga dengan catatan pertahanan yang solid.
Dalam pernyataan perpisahannya, Kurzawa menuliskan rasa bangganya menjadi bagian dari keluarga Persib. "Lima bulan terakhir saya di Indonesia benar-benar sangat istimewa. Saya menemukan sebuah negara yang luar biasa, klub yang penuh gairah, dan para pendukung yang luar biasa yang membuat saya merasa diterima sejak hari pertama," tulisnya. Ia juga menegaskan bahwa kepergiannya bukan semata-mata karena keinginan pribadi, melainkan hasil keputusan bersama yang berada di luar kendalinya. "Saya menghormati keputusan klub dan saya pergi dengan penuh rasa syukur atas semua momen yang telah kita lalui bersama," imbuhnya.
Kepergian Kurzawa tentu meninggalkan celah di lini belakang Persib. Manajemen klub, yang dipimpin oleh manajer Umuh Muchtar, belum memberikan pernyataan resmi mengenai rencana pengganti. Namun, dengan status sebagai juara bertahan, Persib diprediksi akan bergerak cepat di bursa transfer untuk mempertahankan kekuatan tim. Para pengamat sepak bola menilai bahwa kehilangan pemain sekaliber Kurzawa bisa menjadi pukulan, tetapi Persib memiliki kedalaman skuad yang cukup untuk beradaptasi.
Bagi Bobotoh, kepergian Kurzawa meninggalkan kesan mendalam. Unggahan perpisahannya yang menyertakan kalimat "Aku mencintai kalian, Bobotoh!" langsung dibanjiri komentar dukungan dan rasa terima kasih. Momen ini juga menjadi pengingat bahwa sepak bola Indonesia kini mampu menarik pemain bintang dunia, meskipun untuk waktu yang singkat. Pertanyaan selanjutnya adalah: akankah Persib kembali mendatangkan nama besar Eropa, atau justru fokus pada pembinaan pemain lokal untuk mempertahankan dominasi di musim depan?



