Charles Leclerc Perpanjang Kontrak Jangka Panjang Bersama Ferrari
Baca dalam 60 detik
- Pembalap asal Monako itu meneken perpanjangan kontrak yang akan mengikatnya dengan Scuderia Ferrari hingga beberapa musim ke depan.
- Kesepakatan ini mengamankan salah satu talenta terbaik F1 di tengah ketidakpastian masa depan Max Verstappen dan potensi pergerakan pembalap lain.
- Leclerc, yang telah membalap untuk Ferrari sejak 2019, masih mengejar mimpi menjadi juara dunia bersama tim asal Italia tersebut.

Charles Leclerc resmi memperpanjang masa baktinya bersama Scuderia Ferrari. Pembalap berusia 28 tahun itu menandatangani kontrak baru berdurasi panjang, yang diumumkan menjelang Grand Prix Monako akhir pekan ini, balapan kandangnya.
Kontrak terakhir Leclerc diteken pada 2024, dan Ferrari menyatakan perpanjangan ini akan mempertahankannya untuk "musim-musim mendatang". Meski detail durasi tidak diungkap, sumber internal menyebutkan kesepakatan itu kemungkinan mengikat Leclerc hingga 2029. Langkah ini menunjukkan komitmen tim terhadap pembalap yang telah menjadi bagian dari akademi Ferrari sejak 2016 dan membalap di F1 untuk mereka sejak 2019.
Sejauh ini, Leclerc telah menjalani 155 balapan bersama Ferrari, meraih delapan kemenangan, dan saat ini menempati posisi ketiga klasemen pembalap. Ia juga memegang rekor 27 posisi pole, terbanyak kedua dalam sejarah Ferrari setelah Michael Schumacher (58). Dengan kontrak baru, Leclerc diprediksi akan melampaui jumlah start Schumacher bersama Ferrari yang mencapai 179 kali.
Keputusan Ferrari mengamankan Leclerc bukan tanpa alasan. Pasar pembalap diprediksi bergolak tahun ini, terutama dengan masa depan Max Verstappen yang belum pasti. Leclerc menjadi aset berharga yang diincar banyak tim, sehingga Ferrari bergerak cepat untuk mengikatnya. Di sisi lain, opsi Leclerc untuk pindah ke tim lain terbatas. Mercedes dikabarkan telah mengunci Kimi Antonelli dan George Russell untuk tahun depan, sementara McLaren berkomitmen pada Lando Norris dan Oscar Piastri. Dengan demikian, bertahan di Ferrari menjadi pilihan paling realistis, meski ia harus bersabar menanti gelar juara dunia yang terus menjadi mimpi.
Sejak bergabung dengan Ferrari, Leclerc telah membuktikan diri sebagai salah satu pembalap tercepat di atas satu putaran. Namun, raihan delapan kemenangan dalam enam musim dianggap kurang sepadan dengan potensinya. Hal ini lebih mencerminkan inkonsistensi Ferrari dalam dua dekade terakhir ketimbang performa Leclerc. Musim ini, dengan regulasi baru, kembali menjadi harapan yang belum sepenuhnya terwujud.
Dalam pernyataannya, Leclerc menegaskan bahwa Ferrari bukan sekadar tim, melainkan keluarga. "Saya tidak bisa lebih bahagia melanjutkan perjalanan ini bersama Scuderia Ferrari HP. Ini adalah tim yang saya cintai dan impikan sejak kecil," ujarnya. Ia bertekad membawa tim kembali ke puncak, terutama untuk para tifosi yang menjadi denyut nadi Scuderia. Sementara itu, prinsipal tim Fred Vasseur memuji pertumbuhan Leclerc sebagai pembalap dan pribadi yang selaras dengan nilai-nilai Ferrari.
Pertanyaan besarnya kini: akankah kesetiaan Leclerc pada akhirnya berbuah gelar juara dunia? Ataukah ia akan bernasib seperti pembalap-pembalap Ferrari sebelumnya yang harus puas dengan status hampir juara? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti: Leclerc telah mempertaruhkan masa depannya pada mimpi yang belum usai.



