Green Jobs Jadi Prioritas: Indonesia Kirim Tim ke Denmark Pelajari Ekonomi Hijau
Baca dalam 60 detik
- Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mengumumkan rencana pengembangan green jobs sebagai pilar transisi menuju ekonomi hijau, dengan belajar dari praktik Denmark.
- Denmark menawarkan program pelatihan langsung bagi Indonesia di sektor pengelolaan sampah, kredit karbon, dan analisis karbon, yang dinilai dapat menciptakan lapangan kerja berkelanjutan.
- Kementerian Lingkungan Hidup akan mengirimkan tim ke Denmark untuk mempelajari model green jobs, membuka peluang bagi talenta muda Indonesia di sektor lingkungan.
Pemerintah Indonesia secara resmi menargetkan pengembangan 'green jobs' atau pekerjaan ramah lingkungan sebagai motor utama transisi menuju ekonomi hijau, dengan menjadikan Denmark sebagai laboratorium belajar utama. Langkah ini diumumkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat usai bertemu dengan Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Sten Frimodt Nielsen, dan Penasihat Sektor Lingkungan dan Ekonomi Sirkular Kedutaan Besar Denmark, Erika Torres, di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Menurut Hidayat, Indonesia memiliki potensi besar untuk menciptakan green jobs dari berbagai sektor yang terkait dengan pengelolaan lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah hingga ekonomi karbon. "Indonesia bisa belajar dari Denmark untuk menciptakan green jobs. Pekerjaan ini berasal dari semua aktivitas di sektor sampah dan pengelolaan sampah. Selain itu juga bisa menjadi carbon credit auditor, carbon analyst dan pekerjaan sejenisnya yang termasuk green jobs," ujarnya.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama bilateral di bidang lingkungan. Denmark, yang telah sukses menerapkan ekonomi sirkular dan sistem pengelolaan sampah terpadu, menawarkan kesempatan bagi Indonesia untuk mempelajari secara langsung praktik pengembangan green jobs yang telah terbukti efektif di negara Skandinavia itu. Pengalaman Denmark dinilai dapat menjadi referensi penting dalam mempercepat penciptaan talenta hijau dan membuka peluang kerja berkelanjutan bagi generasi muda Indonesia.
Bagi Indonesia, langkah ini memiliki implikasi strategis. Dengan populasi muda yang besar dan kebutuhan akan lapangan kerja yang terus meningkat, green jobs menawarkan solusi ganda: mengatasi pengangguran sekaligus mendukung target pengurangan emisi karbon. Sektor pengelolaan sampah, misalnya, masih sangat terbatas di Indonesia, sementara potensi ekonomi karbon melalui perdagangan kredit karbon semakin terbuka lebar. Dengan belajar dari Denmark, Indonesia dapat mempercepat pengembangan ekosistem green jobs yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga menguntungkan secara ekonomi.
Menindaklanjuti peluang kerja sama tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengelola Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) akan mengirimkan tim untuk mempelajari lebih jauh berbagai program dan model pengembangan green jobs yang telah diterapkan di Denmark. "Kementerian Lingkungan Hidup akan bertemu dengan pihak yang berkompeten terkait green jobs, mengecek apa saja programnya dan bagaimana perkembangannya," tutur Hidayat.
Langkah ini disambut positif oleh para pengamat lingkungan. Mereka menilai bahwa Indonesia tidak perlu memulai dari nol, melainkan dapat mengadopsi praktik terbaik dari negara yang sudah maju. Namun, tantangan terbesar adalah memastikan bahwa green jobs yang dikembangkan benar-benar inklusif dan dapat diakses oleh masyarakat luas, bukan hanya segelintir profesional. Pertanyaan yang kini mengemuka adalah: seberapa cepat Indonesia dapat meniru kesuksesan Denmark dan menciptakan lapangan kerja hijau yang masif?

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7834190/original/068511000_1780654600-IMG_2910.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7821886/original/018286300_1780640642-13bfc215-5e28-4ab4-bf54-0689360bdd45.jpg)