Bellamy Pindahkan Koumas ke Posisi Striker: Solusi atas Krisis Penyerang Wales
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Wales Craig Bellamy memprediksi masa depan Lewis Koumas sebagai penyerang tengah setelah gol perdananya ke gawang Ghana.
- Keputusan ini didorong oleh minimnya striker murni di skuad Wales, berbeda dengan melimpahnya pemain sayap seperti Daniel James dan Brennan Johnson.
- Koumas, yang dipinjamkan ke Hull City dan membantu promosi ke Premier League, dinilai Bellamy sebagai aset masa depan yang penting.

Pelatih kepala tim nasional Wales, Craig Bellamy, secara tegas menyatakan bahwa masa depan Lewis Koumas di level internasional akan berada di posisi penyerang tengah. Keyakinan ini muncul setelah Koumas mencetak gol perdananya untuk Wales dalam laga persahabatan melawan Ghana yang berakhir imbang 1-1 di Cardiff City Stadium, Selasa (26/3) malam.
Koumas, pemain berusia 20 tahun milik Liverpool, selama ini lebih sering beroperasi sebagai pemain sayap kiri. Namun, Bellamy melihat potensi besar pemain muda itu sebagai ujung tombak. “Dia adalah seorang nomor sembilan karena kami tidak memiliki banyak penyerang tengah yang muncul. Kami punya banyak pemain sayap, pemain sayap yang brilian,” ujar Bellamy dalam konferensi pers usai pertandingan.
Keputusan Bellamy untuk memainkan Koumas sebagai striker tengah bukan tanpa alasan. Wales saat ini memiliki kedalaman skuad yang luar biasa di posisi sayap dengan nama-nama seperti Daniel James, Harry Wilson, Brennan Johnson, David Brooks, dan Sorba Thomas. Sebaliknya, sektor penyerang tengah justru menjadi titik lemah. “Kami kekurangan penyerang nomor sembilan yang datang dari sistem pembinaan. Karena itu, kami sering melatihnya di posisi itu dan dia tampil sangat elektrik,” tambah Bellamy.
Koumas sendiri bukanlah nama baru di sepak bola Inggris. Produk akademi Liverpool ini sebelumnya pernah dipinjamkan ke Birmingham City dan Stoke City, di mana ia lebih banyak bermain di sisi kiri. Namun, pengalamannya di Hull City, di mana ia menjadi bagian dari tim yang promosi ke Premier League melalui play-off Championship, menunjukkan fleksibilitas dan kemampuannya beradaptasi.
Bellamy mengakui bahwa performa Koumas saat dimainkan sebagai striker masih perlu ditingkatkan. “Kami memainkannya sebagai penyerang tengah saat melawan Irlandia Utara pada Maret lalu. Saya pikir dia cukup baik. Saat dia masuk hari ini, dia perlu sedikit lebih rapi, tapi itu wajar,” kata Bellamy. Meski demikian, ia optimistis dengan masa depan pemain muda tersebut. “Saya melihatnya sebagai pemain masa depan Wales yang akan memiliki peran besar. Saya sangat senang untuknya.”
Kegagalan Wales lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Bosnia-Herzegovina di babak play-off pada Maret lalu menjadi pukulan telak. Namun, Bellamy tetap fokus membangun tim untuk masa depan. Wales akan mengakhiri musim dengan laga persahabatan melawan Rumania pada Sabtu (30/3) mendatang. Sementara itu, Ghana akan bersiap menghadapi Piala Dunia dengan bergabung di grup yang berisi Inggris, Kroasia, dan Panama.
Menariknya, Bellamy juga memberikan pandangannya mengenai peluang Ghana di Piala Dunia. “Anda memiliki grup yang sulit, dengan manajer baru (Carlos Queiroz). Anda memiliki beberapa pemain kunci yang tidak tampil hari ini. Saya suka Inaki Williams, Antoine Semenyo. Anda adalah tim yang berbahaya dalam transisi karena kecepatan yang selalu Anda miliki di lini depan,” ujar Bellamy. Ia menambahkan bahwa pertandingan pertama melawan Panama akan menjadi penentu nasib Ghana di turnamen tersebut.
Dengan keputusan berani Bellamy untuk memindahkan Koumas ke posisi striker, Wales berharap dapat menemukan solusi jangka panjang atas krisis penyerang yang telah lama menghantui. Pertanyaannya, mampukah Koumas memenuhi ekspektasi tinggi yang dibebankan di pundaknya?



