Pelatih Interim Italia Silvio Baldini Terkesan Kerendahan Hati Donnarumma dan Pio Esposito
Baca dalam 60 detik
- Silvio Baldini, yang naik pangkat dari tim U-21, memuji sikap rendah hati Gianluigi Donnarumma dan Francesco Pio Esposito dalam skuad senior Italia.
- Donnarumma, yang baru menyelesaikan musim panjang bersama Manchester City, menunjukkan kerendahan hati dengan berterima kasih atas sambutan rekan setimnya.
- Baldini melihat banyak talenta muda Italia siap bersinar di level senior, meskipun transisi dari level junior ke senior sering menjadi tantangan.

Pelatih interim tim nasional Italia, Silvio Baldini, mengaku terkejut dengan sikap rendah hati yang ditunjukkan oleh kiper utama Gianluigi Donnarumma dan penyerang muda Francesco Pio Esposito saat bergabung dengan skuad yang mayoritas dihuni pemain U-21. Baldini, yang ditunjuk menggantikan Gennaro Gattuso setelah kegagalan Italia di play-off Piala Dunia, memilih untuk memberikan kesempatan kepada wajah-wajah baru dalam dua laga persahabatan melawan Luksemburg dan Yunani.
Dalam wawancara dengan Sky Sport Italia, Baldini mengaku merasakan emosi yang kuat saat pertama kali melangkah ke pusat pelatihan Coverciano sebagai pelatih tim senior. "Saya merasa emosional selama sebulan penuh sebelum akhirnya tiba di sana. Begitu Anda berada di lapangan, Anda harus fokus pada pekerjaan, bukan perasaan. Tentu ada perasaan, jika tidak, Anda bukan manusia, tetapi Anda harus fokus," ujarnya.
Baldini, yang sebelumnya menangani tim U-21 Italia, menekankan pentingnya kerendahan hati dalam membangun tim yang solid. Ia memuji Donnarumma, yang baru saja menyelesaikan musim panjang bersama Manchester City, dan Pio Esposito karena bersedia menempatkan diri setara dengan pemain lain. "Kami benar-benar terkejut dengan sikap Donnarumma, Pio Esposito, dan lainnya. Mereka menempatkan diri untuk kepentingan kelompok dan bahkan berterima kasih karena diterima di tim. Melihat mereka begitu rendah hati dan setara dengan yang lain sungguh luar biasa," tambah Baldini.
Keputusan Baldini untuk memberikan panggung kepada pemain muda merupakan respons atas kegagalan Italia di play-off Piala Dunia. Ia percaya bahwa generasi muda Italia memiliki potensi besar, seperti yang terlihat dari performa Marco Palestra dan Niccolò Pisilli yang sukses menembus level senior. "Saya merasa ada banyak bakat di grup ini. Mereka adalah pemain hebat yang bermain di Serie A, dan inilah saatnya mereka bisa meledak di panggung internasional," tegas Baldini.
Italia memang menunjukkan performa impresif di level junior, terutama di turnamen U-17 dan U-19, namun kerap kesulitan saat pemain naik ke level senior. Baldini berharap dengan memberikan pengalaman langsung kepada pemain muda, transisi tersebut bisa berjalan lebih mulus. Dua laga persahabatan melawan Luksemburg dan Yunani akan menjadi ujian awal bagi skuad anyar ini.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pendekatan Baldini ini menarik untuk dicermati. Timnas Indonesia juga tengah dalam proses regenerasi dengan banyak pemain muda yang mulai dilirik. Keberhasilan Italia dalam mengintegrasikan pemain muda dengan tetap mempertahankan pemain senior yang rendah hati bisa menjadi contoh bagaimana membangun tim yang kompetitif tanpa mengorbankan harmoni internal. Pertanyaannya, apakah pendekatan serupa akan diadopsi oleh pelatih timnas Indonesia dalam menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2026?



