Timnas Mozambik Terbang ke Jakarta: Uji Coba Lawan Oman dan Indonesia dalam FIFA Matchday Juni 2026
Baca dalam 60 detik
- Mozambik menjalani perjalanan udara lebih dari 17 jam dari Maputo ke Jakarta untuk dua laga persahabatan FIFA Matchday Juni 2026.
- Pelatih Chiquinho Conde khawatir jetlag mengganggu performa tim, dengan jadwal padat melawan Oman (7 Juni) dan Indonesia (9 Juni).
- Skuad berisi 25 pemain, termasuk striker senior Luís Miquissone dan gelandang Amancio Canhemba, diharapkan tetap fit meski perjalanan melelahkan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7734694/original/088973600_1780540549-mozambik_2.jpg)
Tim nasional Mozambik bertolak dari Maputo menuju Jakarta pada Kamis (4/6/2026) untuk menjalani dua pertandingan persahabatan dalam agenda FIFA Matchday Juni 2026, dengan kekhawatiran utama: jetlag dan kelelahan akibat perjalanan lintas benua sejauh lebih dari 17 jam penerbangan.
Skuad berjulukan The Mambas ini akan menghadapi Oman pada Minggu (7/6/2026) dan kemudian berhadapan dengan tuan rumah Indonesia pada Selasa (9/6/2026). Kedua laga digelar di Jakarta, menjadikan perjalanan panjang sebagai tantangan logistik yang tidak bisa diabaikan. Pelatih Chiquinho Conde telah mempersiapkan timnya dengan latihan intensif di Maputo sejak 1 Juni, namun ia mengakui bahwa pemulihan pasca-perjalanan akan menjadi kunci.
“Kami akan melakukan perjalanan panjang, sekitar 24 jam, dan penting untuk menilai kondisi fisik para pemain,” ujar Conde dalam pernyataan resmi Federasi Sepak Bola Mozambik (FMF). Setibanya di Jakarta pada Jumat (5/6), tim hanya akan menjalani latihan ringan sebelum latihan resmi sehari menjelang laga kontra Oman. Dengan jeda hanya dua hari antara kedatangan dan pertandingan pertama, risiko penurunan performa akibat jetlag menjadi sorotan utama.
Bagi Indonesia, laga ini menjadi ajang uji coba berharga menjelang kompetisi resmi. Timnas Indonesia yang juga tengah mempersiapkan diri akan menghadapi Mozambik yang secara peringkat FIFA tidak terlalu jauh—Mozambik berada di peringkat 113, sementara Indonesia di peringkat 134 (per Juni 2026). Pertandingan ini memberikan kesempatan bagi pelatih Shin Tae-yong untuk menguji strategi melawan tim Afrika yang dikenal fisiknya kuat.
Dari sisi Mozambik, Conde membawa skuad yang mayoritas dihuni pemain dari liga domestik, seperti Ferroviario de Nacala dan Associação Black Bulls. Namun, ada beberapa nama yang bermain di luar negeri, termasuk striker senior Luís Miquissone yang berkarier di klub Libya Al-Ahly, serta bek Edmilson Dove yang memperkuat Al-Quwa Al Jayiwa di Irak. Kehadiran pemain-pemain ini diharapkan bisa memberikan pengalaman internasional yang dibutuhkan tim.
Salah satu cerita menarik adalah gelandang Amancio Canhemba, yang akrab disapa Neymar—bukan karena kemiripan dengan bintang Brasil, melainkan karena nama panggilan yang unik. Pemain berusia 28 tahun ini baru lima kali membela tim nasional dan mencetak satu gol, namun ia diharapkan bisa menjadi kreator serangan.
Conde berharap faktor kelelahan tidak terlalu memengaruhi performa anak asuhnya. “Semoga tidak memengaruhi fisik mental para pemain. Sehingga kami dapat menampilkan versi terbaik dari tim kami,” tuturnya. Dengan persiapan yang minim dan perjalanan melelahkan, Mozambik tetap optimistis bisa memberikan perlawanan sengit, terutama melawan Indonesia yang akan bermain di hadapan pendukung sendiri.
Pertanyaan yang mengemuka: mampukah Mozambik mengatasi jetlag dan tampil kompetitif, atau justru Indonesia yang akan memanfaatkan kelemahan lawan? Jawabannya akan terlihat dalam dua laga di Jakarta pekan depan.



